Monday, November 16, 2009

Hari Hari Terakhir

Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu tahu kapan kamu akan mati?

Seandainya pertanyaan itu ditujukan kepadaku, maka aku akan menjawab kalau aku akan menjalani sisa hidup yang ada dengan sebaik-baiknya, menikmati setiap detik yang ada dengan orang-orang yang kukasihi.

Sayangnya, tidak ada satupun manusia yang tahu kapan dia akan mati. Sekalipun peramal yang paling hebat. Itu adalah rahasia yang Tuhan pegang.

Pertanyaan tadi membuatku selalu berpikir ulang dalam mengisi hidupku. Apakah aku sudah melakukan yang terbaik hari ini? Apakah aku sudah menyenangkan orang-orang di sekitarku atau malah sebaliknya? Apakah aku terpuruk dalam kesedihan, kepahitan, dan kebencian? Atau aku membagi kebahagiaan, kedamaian, dan kasih?

Tiap detik adalah anugerah. Aku bisa saja mati sedetik mendatang. Kematian bukan sesuatu momok, tapi bukan juga sebuah alasan untuk merengkuh kesenangan dunia tanpa mengingat mata Tuhan tertuju padaku. Aku coba lakukan yang terbaik yang aku bisa.

Aku tidak tahu kapan aku mati. Biarlah hidupku yang tersisa dan nafas yang masih dipercayakan kepadaku dapat aku pertanggungjawabkan nantinya. Hingga pada saatnya nanti Tuhan memanggilku, Dia menyambutku dengan senyuman dan rengkuhan hangat sambil berkata,"marilah anakku yang Kukasihi, mari tinggal bersamaKu."

0 comments:

Post a Comment