Thursday, January 14, 2010

Got Overloaded

Pfftt...what a busy month and it's still going on !

This new year started with so many new assignments. I don't even remember I ever spoil myself this January.
So little time, so much to do....regular things, annual meeting, company's anniversary preparations...all with short deadline! I'm really overloaded this time. Luckily I'm used to it since I joined students representative when I was in high school and college. Say, I've practiced before so I know exactly what to do.

I want to share my tips, perhaps one of my blog readers is dealing with the same situation like I do now.
  1. Do first thing first - Do the most important thing first. Don't mess up with things which less important or not important at all. You must know exactly what to do first. Make a list / time schedule and follow it.
  2. Work sharing - work in team, ask one to help you to accomplish work. Noone in this planet can do the whole things by himself. Ask for favor. But be noted, get assisted by one you know would be helpful and know the way you usually work, at least have same working method like you. Someone that you can trust.
  3. Behave - get overloaded sometimes make someone get stressed and very easy to get mad. Safe your energy, be calm. Take a deep breath for several times, close your eyes, relaxing your mind. Being angry won't solve anything but adding more problems to your list, so it would be very wise to behave.
  4. Do the most difficult time on your prime time - When paperworks are reduced, you can start your working day with light works...just say it's for heating up. Then followed by duties that requires more concentration and end up with another light works.
  5. Take enough rest - Lack of rest/sleep make you lost your concentration. So no matter how busy you are, it's important to take some rest. Your body and your mind need to fresh up.
  6. Don't skip your meal - Not quite different with # 5, don't ever skip your meal for your body need energy. You won't be productive if you're starve. If necessary, take some vitamins too.

Ok, I hope those tips would be helpful. Have a nice day everyone!

Aku dan Sepatu Hak Tinggi


Walaupun berprofesi sebagai seorang sekretaris, aku sangat jarang mengenakan sepatu berhak tinggi. Aku tidak pernah merasa nyaman untuk mengenakannya. Rasa capek yang menjalar dari telapak kaki sampai lutut membuatku ogah-ogahan mengenakan sepatu berhak tinggi, selain untuk ukuran wanita Indonesia aku termasuk kriteria memiliki tinggi tubuh di atas rata-rata yang berkisar 155 cm. Aku lebih senang mengenakan sepatu kets...ya sepatu kets ke tempat kerja. Memang aneh untuk wanita yang berprofesi seperti aku hehehe

Lingkungan kerjaku mayoritas adalah kaum adam dan sebagai seorang sekretaris proyek, aku dituntut untuk memiliki mobilitas yang cepat. Karena itu aku merasa nyaman mengenakan sepatu kets atau sepatu bersol datar.

Ok, kembali ke tema mengenai sepatu hak tinggi...wanita sepertinya tidak bisa lepas dari sepatu berhak tinggi / stiletto. Ada yang bilang kalau memakai sepatu hak tinggi mendongkrak kepercayaan diri, yang lain bilang kalau memakai sepatu berhak tinggi membuatnya merasa sexy. Emh, bisa jadi juga wanita menggunakan sepatu berhak tinggi untuk sebuah alasan memperoleh perhatian dari lelaki.

Terlepas dari semua alasan itu, sebenarnya ada bahaya yang mengintip para pengguna sepatu berhak tinggi. Semakin tinggi sepatu yang dikenakan, semakin besar tekanan yang harus diderita oleh otot kaki dan tulang punggung si pemakai serta menimbulkan ketidakstabilan pada kaki. Semakin lama dan sering seorang wanita mengenakan sepatu berhak tinggi, maka resiko radang ibu jari, kelainan pada tulang telapak kaki, dan jari melengkung menjadi semakin besar. Hal ini disebabkan setiap menggunakan sepatu berhak tinggi, pinggul akan condong ke depan dan tulang punggung melengkung ke arah belakang dalam upaya menyeimbangkan diri. Hal ini kemudian akan berakibat tulang punggung bawah menjadi terpampat.


Coba tengok daftar di bawah ini, jika Anda sudah mengalami satu atau lebih gejala berikut, segera ganti sepatu dengan sepatu bersol datar.
  1. Hallux valgus dan Bunion Hallux valgus adalah kelainan letak ibu jari kaki, dimana persendian pada dasar tonjolan jari kaki keluar dari sebelah bagian luar kaki dan ibu jari kaki tersebut menunjuk ke dalam (menghadap jari kaki yang lebih kecil). Bunion adalah pembengkakan yang sakit sekali pada kantung berisi cairan (bursa) pada dasar jari kaki yang terjadi karena hallux vagus. Hallux valgus benar-benar membuat pelebaran pada kaki karena dasar tonjolan ibu jari kaki keluar dari kaki. Penyimpangan pada ibu jari kaki juga terjadi, sehingga ibu jari kaki itu menunjuk keluar jari kaki yang lebih kecil. Akibatnya benjolan pada tepi jari kaki, dimana kepala metatarsal bertemu dasar ibu jari kaki. Di bawah benjolan ini adalah bursa (kantung berisi cairan). Bursa tersebut menjadi teriritasi dengan pergesekkan dengan sepatu, mengakibatkan pembengkakan pada bursa di bawah benjolan, dengan demikian meningkatkan ukuran benjolan-hal ini disebut bunion. Iritasi berlanjut pada bunion dengan pergesekkan dengan sepatu menyebabkan meningkatnya pertumbuhan tulang dan pembengkakan lebih lanjut pada bursa, pembesaran bunion dan pelebaran lebih lanjut pada kaki.
  2. Nyeri Pada Lutut Sebuah hasil studi menyatakan bahwa penggunaan sepatu berhak tinggi menambah tekanan sebesar 26% pada sendi lutut.
  3. Postur Tubuh Melengkung Sepatu hak tinggi mendorong massa tubuh condong ke depan (berat tubuh ditimpakan pada jari-jari kaki), sehingga membuat pinggul dan tulang punggung tidak sejajar. Kalau dilihat dari samping, akan sangat kelihatan kalau tubuh melengkung.
  4. Betis dan Tumit Tegang Semakin tinggi sepatu, otot betis akan berkontraksi untuk menyesuaikan. Otot betis menjadi pendek dan tekan. Hal yang serupa juga terjadi pada urat tumit. Rupanya ini yang membuatku lelah setiap kali mengenakan sepatu hak tinggi.
  5. Tekanan Semakin tinggi hak sepatu, tekanan akan semakin besar. Pada saat memakai sepatu setinggi 2,5 cm tekanan adalah sebesar 22%, sedangkan pada saat memakai sepatu 7 cm tekanan yang diderita adalah sebesar 76%.
  6. Tumor Jinak Tinggi sol sepatu dan bagian depan sepatu yang menyempit akan menimbulkan penebalan jaringan saraf antara jari ke-3 dan ke-4.
Untuk mencegah hal-hal di atas, kenakan sepatu bersol datar atau jika memang harus mengenakan sepatu berhak tinggi, usahakan jangan terlalu lama mengenakannya. Sayangi kaki dan punggungmu!
Tapi jika sudah terlanjur mengalaminya, segera temui dokter spesialis orthopedy untuk pengobatan lebih lanjut.
Menjadi cantik kan tidak berarti harus "menderita".

Sunday, January 10, 2010

Memperoleh Kembali Kepercayaan


Tahun 2010 sudah berumur 10 hari, tapi belum ada satu entrypun yang aku publikasikan. Bukan karena tidak ada ide untuk menulis, tapi dikarenakan kesibukan pekerjaan yang menggunung.

Salah satu pelajaran yang aku peroleh di tahun 2009 adalah mengenai memperoleh kembali kepercayaan. Adalah sangat susah untuk memperoleh kembali sebuah kepercayaan dari seseorang begitu seseorang tersebut merasa begitu terluka dan tercampakkan. Perlu perjuangan yang begitu hebat dan tekad yang kuat untuk memperoleh kembali kepercayaan yang sudah terlanjur hilang.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperoleh kepercayaan kembali. Pertama, menyadari kesalahan dan meminta maaf tanpa berargumentasi, khususnya jika posisi kita adalah sebagai "pelaku kesalahan". Meminta maaf bukanlah hal yang mudah, sering kali ego mengalahkan keinginan untuk meminta maaf. Perlu proses mengalahkan ego diri sendiri dan kemudian meminta maaf. Bagi orang yang merasa kepercayaannya telah ternodai, awalnya akan sangat sulit untuk memberikan maaf. Begitu banyak penolakan dan alasan yang akan diungkapkan, bisa jadi malah sumpah serapah. Terima saja dengan berbesar hati. Anda sudah maju selangkah. Hebat!

Seiring dengan berjalannya waktu, hal yang perlu Anda lakukan untuk memperoleh kembali kepercayaan adalah tidak melakukan kesalahan yang sama. Belajar dari kesalahan. Berbuat kesalahan akan membuat orang menjadi lebih bijak. Sadar hal yang dilakukan sebelumnya bisa menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan bagi orang lain dan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri. Tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi orang yang lebih baik dan raih kembali kepercayaan.

Selanjutnya adalah tidak terlalu banyak menuntut. Setelah instropeksi dan koreksi diri, hal inilah yang bisa dilakukan. Bisa jadi Anda belum sepenuhnya memperoleh kembali kepercayaan yang Anda inginkan, tenang saja. Jangan mudah putus asa. Ini adalah harga yang harus dibayar dan jangan harapkan hasil yang instan. Tetap lakukan hal yang terbaik secara konstan, biarkan orang di sekitar Anda menilai perubahan dan perbaikan yang Anda lakukan. Sedikit demi sedikit raih kembali kepercayaan, sampai akhirnya kepercayaan utuh kembali Anda peroleh.

Ok, walaupun terlambat, aku mengucapkan selamat tahun baru 2010. Maknai tahun ini dengan melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan. Tuhan memberkati.

Hooray, finally my first entry of 2010 is officially published!!! (^_^)Y

Wednesday, January 6, 2010

My Life Target

Sebagai seorang wanita, aku merasa utuh semenjak mencapai usia 30 tahun. Emh, kalau boleh dibilang ini adalah golden moment bagiku. You see...pada saat memasuki usia kepala tiga, aku merasa target-target yang aku terapkan untuk diriku sendiri sebagian besar sudah terpenuhi.

Aku suka mematok target dalam hidupku, maksudnya untuk memotivasi diriku sendiri untuk menjadi orang yang lebih baik...mendatangkan kepuasan tersendiri bagiku pada saat target-target tersebut sudah aku capai atau aku lampaui.

Sewaktu masih di bangku SMA, aku mematok untuk lulus kuliah dalam jangka waktu maximal 3 tahun...aku getol belajar dan waktu libur semester aku isi dengan mengambil semester pendek dan bekerja sambilan sebagai ilustrator di sebuah yayasan pendidikan swasta...akhirnya aku bisa lulus sebelum 3 tahun di bangku kuliah. Yes!

Menjelang akhir kuliah, aku mematok diri untuk bekerja di perusahaan nasional, menikah, punya 2 anak, dan jalan-jalan ke LN (dengan uang sendiri) sebelum mencapai usia 30...target yang agak tidak rasional untuk sebagian orang, tapi aku berhasil mencapai targetku. Sebelum lulus kuliah aku sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan nasional. Aku menikah pada tahun 2004 dan memiliki anak pertama pada akhir tahun yang sama, disusul anak kedua pada pertengahan tahun 2009. Di rentang waktu tersebut aku juga berkesempatan berwisata ke dua negara di Asia bersama sobat-sabatku. Tuhan mengijinkan aku mencapai target-target dalam hidupku dan aku sangat bersyukur untuk itu. Terima kasih, Tuhan...aku tahu Engkau turut bekerja dalam setiap perkara di dalam hidupku.

Sekarang, aku menetapkan target baru jangka pendek: berpetualang ke Papua dan Toraja ala backpacker! Sedangkan target jangka panjang (untuk maksimal 3 tahun mendatang) adalah mempunyai rumah atas namaku sendiri...

Semoga Tuhan berkenan dan mengijinkan itu terjadi padaku. Amien :)