Friday, September 2, 2011

Time to Let Go


When your presence is so important to someone else

When your presence is very meaningful to someone else

When your presence means one's whole life

When your presence makes one's life complete

To see smile on one's eyes

To see warmth of one's smile

To see it's you who make him happy

Perhaps it would be flattering you

Perhaps it would make you think that you've fulfilled your life goal

But what if once you make him/her disappointed?

When his/her love turns into anger and hate

When his/her praises turn into threads

Then it would be very uncomfortable thing in the world

Should you stay just to safe his/her life?

Should you stay for his/her sake?

Should you sacrifice yourown happiness and future?

Well...I say no, I won't stay

A person has his/herown life decision

If a person indeed cares for you,

Then he won't do anything to harm you

If he/she does, then it is no love but possesiveness

Then you can call it immature

You're never responsible for one's happiness

It's for him/her to choose to be happy

If you're not happy or comfortable,

Then it is time to let go

Sunday, August 28, 2011

Kacamata VS Lensa Kontak


Aku suka sekali membaca, boleh dikata aku kecanduan membaca. Membaca membuatku terbawa ke dunia lain, ke suatu tempat yang belum pernah aku ketahui sebelumnya, mengenalkanku pada banyak hal baru di luar imaginasiku. Dengan membaca aku bisa memperluas pengetahuan, keterampilan, dan lain-lain. Dengan kata lain, bagiku membaca itu sangat menyenangkan.

Karena suka membaca (dan tak jarang aku sering membaca sambil tidur dan dalam kondisi cahaya yang kurang mencukupi), tidaklah heran jika akhirnya aku menderita gangguan mata minus. Pilihan yang ada hanyalah mengenakan kacamata atau lensa kontak. Sebenarnya masih ada pilihan lain: operasi lasik, tapi tentu saja hal itu tidak terjangkau oleh kantongku.




Sebenarnya mengenakan lensa kontak adalah pilihan yang menarik karena ada banyak pilihan warna. Namun entah mengapa aku merasa kurang nyaman untuk mengenakan lensa kontak.

Perawatan lensa kontak menurutku cukup ribet. Di kantor ada beberapa rekan kerja yang mengenakan lensa kontak. Kemana-mana mereka harus membawa cairan pembersih berikut tempat khusus untuk menyimpan lensa kontak. Dan yang paling tidak nyaman untukku adalah pemakaian dan pelepasan lensa kontak. Wuah, suer....ga bisa aku. Ngeri, parno, atau apalah sebutannya itu.

Pernah sekali iseng mencoba membeli dan memakai lensa kontak. Ternyata ada banyak jenis lensa kontak. Ada yang diaplikasikan untuk menunjang penampilan (berwarna) dan ada yang diaplikasikan untuk membantu penglihatan (biasanya bening, namun ada juga yang berwarna). Berdasarkan durasi pemakaiannya, pilihannya juga bervariasi: mulai yang seminggu, sebulan, sampai dengan setahun.

Karena merasa belum pernah memakai lensa kontak, aku memilih lensa kontak bening berdurasi 1 minggu. Wah, heboh banget waktu memakainya (itupun meminta bantuan pegawai optik untuk memasangkannya di mataku). Dasar udik kata teman-temanku. Karena ga pede untuk melepas lensa kontak, aku tidur dengan tetap mengenakan lensa kontak. Itu kesalahan pertamaku. Kesalahan kedua adalah pada saat aku bangun tidur, aku mempunyai kebiasaan untuk mengucek mata......lupa jika sedang mengenakan lensa kontak. Lensa kontak mata kiriku langsung terpental entah kemana rimbanya. Sontak, setelah selesai mandi aku langsung menuju optik untuk melepas lensa kontak di mata kananku.......sekali lagi karena alasan parno untuk menyentuhkan jemariku di mata.

Sejak itu aku kapok untuk mengenakan lensa kontak. Aku merasa lebih nyaman mengenakan kacamata, walau ada kemungkinan lensa tergores atau pecah karena lebih aman dan awet. Jika lensa kacamataku kotor, tinggal mengusapnya dengan kain khusus/tissue atau membilasnya dengan air dan sabun. Tidak perlu membawa cairan khusus pembersih seperti pengguna lensa kontak, tidak perlu merasa takut menghadapi debu atau panas (saat memasak/memanggang/membakar makanan) seperti para pengguna lensa kontak. Dengan mengenakan kacamata, aku tidak merasa parno. Dan yang paling penting, dengan mengenakan kacamata aku merasa seksi dan smart.

Friday, August 26, 2011

TENANGLAH JIWAKU

Be still...calm down...tenang...akhir-akhir ini sering sekali aku mendengar kata-kata itu.
Tidak dipungkiri pergolakan, permasalahan, cobaan yang terjadi akhir-akhir ini membuatku merasa gelisah. Mengapa Tuhan tidak menjawab doa-doaku? Mengapa Tuhan seakan lepas tangan dan berdiam diri melihat aku seperti ini?

Tak ayal memang pada saat masalah menghimpit dan seakan Tuhan tidak campur tangan, hati menjadi gelisah dan pikiran berputar begitu keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada.

Tapi sebenarnya Tuhan tidak pernah lepas tangan. Segala permasalahan atau cobaan diijinkan untuk:


  1. Membuat kita semakin bersandar padaNya.

  2. Menyatakan kebesaranNya sekaligus untuk menyadarkan manusia bahwa tanpa Tuhan, manusia bukan apa-apa. Tidak patut manusia menyombongkan diri atas kemampuan otak, kemampuan finansial, dll.

  3. Membentuk karakter kita agar menjadi semakin indah di mata Tuhan.
Jadi karena Tuhan kita adalah Tuhan yang akbar, Tuhan pencipta semesta alam, mengapakah harus gelisah pada saat menghadapi masalah? Serahkanlah semua itu kepada Tuhan dan minta hikmat Tuhan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Tenang karena tahu pasti kita berada di tangan yang benar.


Pada saat kita berdoa dan Tuhan segera menjawab,

Saat itu kita percaya Tuhan menyelesaikan

Pada saat kita berdoa dan Tuhan berdiam diri,

Saat itu Tuhan percaya kita mampu menyelesaikan

Tuesday, August 16, 2011

Maaf, Tuhan....Aku Sudah Kecewa

Merenung...merasa Tuhan tidak bersikap adil padaku. Mengapa semua yang sudah kurancang sedemikian rupa, yang aku anggap paling baik dan sempurna bisa dimentahkan begitu saja? Jujur, aku kecewa.

Aku merasa Tuhan menghalangi aku untuk mencapai tujuan yang aku anggap baik. Aku merasa dianaktirikan.

Tapi benarkah demikian?
Ternyata tidak!

Tuhan merancangkan sesuatu yang lebih baik bagiku. Ternyata rancanganku tidak sempurna, jauh jika dibandingkan dengan rancangan Tuhan yang penuh perhitungan dan mempertimbangkan segala aspek.

Sungguh bodoh merasa mampu mengatasi hikmat Tuhan dan mendikte Tuhan untuk bekerja sesuai dengan versi hikmatku! Tidak ada makhluk ciptaan yang lebih pintar daripada penciptanya. Demikian juga aku. Hikmat, akal, akhlakku tidak akan mampu melampaui hikmat Tuhan yang tiada terbatas ruang dan waktu.

Jadi jalan terbaik adalah memohon hikmat Tuhan untuk mengerti akam kehendakNya dan dengan tulus menjalankan hidup agar genap rancanganNya di dalam aku. Agar orang lain juga dapat melihat buah kerja Tuhan di dalam aku dan memuliakan Bapa di Sorga. Karena itu, ya, Bapa, mampukanlah aku yang serba terbatas ini untuk mengikuti rancanganMu yang luar biasa dan ampunilah karena aku sudah kecewa.