Thursday, August 23, 2012

Foot Note: Bali Sandat Inn 2


Sempat maju mundur untuk merealisasikan ngetrip ke Bali walaupun tiket promo Air Asia sudah ada di tangan sejak akhir tahun lalu. Sempat berpikiran untuk menghanguskan tiket yang sudah ada. Namun 2 minggu sebelum hari H, akhirnya sepakat nekad untuk berangkat. Benar-benar bonek karena sampai H-1 belum cari kamar hotel hahaha

Setelah browsing berbagai website, akhirnya pilihan jatuh ke Bali Sandat Inn 2 yang terletak di Poppies Lane 2 (Jalan Benesari - Kuta, Telp. 0361-762980). Awalnya aku sempat akan reservasi di Beneyasa Beach Inn 2 namun aku urungkan niatku karena referensi yang diberikan oleh beberapa orang yang pernah menginap di sana bernada negatif. Mungkin jika hanya aku saja yang pergi, aku tidak akan keberatan. Namun karena ada 2 orang krucil yang tentunya butuh kenyamanan, aku lebih memilih untuk menginap di Bali Sandat Inn 2.  

Inilah bagian dalam kamar Bali Sandat Inn 2

Bali Sandat Inn 2

View kolam renang Bali Sandat Inn 2 dari kamarku
Bali Sandat Inn 2 cukup bersih, tertata, dan nyaman. Letaknya hanya 5 menit dari Pantai Kuta. Semakin strategis karena di sekitarnya terdapat banyak sekali restoran/depot, ATM BCA/Danamon/Mandiri, travel agent, warnet, pub, Circle K (di depan hotel), and Alfamart (di samping kanan pintu masuk hotel).

Bangunan Bali Sandat Inn 2 terdiri dari 3 lantai. Tiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi shower, nakas, meja rias, lemari 2 pintu, dan balkon yang mengarah ke kolam renang. Ada 3 pilihan kamar di Bali Sandat Inn 2, yaitu: kamar yang hanya dilengkapi dengan kipas, kamar yang dilengkapi dengan AC + Hot Water, dan kamar yang dilengkapi dengan AC + Hot Water + TV + Kulkas).

Karena high season, aku hanya dapat kamar dengan fasilitas kipas. Walau hanya kipas yang menempel pada langit-langit kamar, namun tidak terasa gerah karena langit-langit yang tinggi dan balkon berhias bunga bougenville merah muda yang mengarah ke kolam renang membawa kondisi sejuk ke dalam kamar. Hanya saja, penerangan sedikit redup karena watt lampu kecil namun cukup memadai.

Hanya perlu merogoh kocek 165 ribu rupiah/malam untuk kamar dengan fasilitas kipas dan dihuni oleh 2 orang. Sedangkan untuk kamar dengan fasilitas kipas yang dihuni oleh 3 orang dikenai biaya sewa Rp 220.000.  Harga tersebut sudah termasuk pajak dan American breakfast (toast  + omelet/scrambled egg + fresh fruits + coffee/tea). Jika menginginkan fasilitas lebih (AC, Hot Water, TV, dan Kulkas) tentunya harus merogoh kantong lebih dalam. Harga yang sangat bersahabat padahal saat itu bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri 1433H. Benar-benar hotel yang murmer di Bali!

Aku merekomendasikan penginapan ini untuk para backpacker dan budget traveler yang berlibur ke Bali.

Friday, July 20, 2012

Foot Note: Ekowisata Manggrove Wonorejo

Aku sangat mencintai alam juga berpetualang dan aku juga sangat percaya bahwa kecintaan pada alam harus ditanamkan sejak usia muda. Nah, berhubung anakku sedang libur kenaikan kelas, aku mengajak kedua anakku untuk mengunjungi spot ekowisata di Surabaya yang belum begitu populer. Yup, Ekowisata Manggrove Wonorejo (EMW) atau juga dikenal dengan nama Wisata Alam Manggrove (WAM). Walaupun kurang populer, ternyata Duta Besar Amerika pernah berkunjung ke tempat ini lho.

Ekowisata Manggrove Wonorejo adalah satu dari dua kawasan manggrove di Indonesia (kawasan lainnya adalah Balikpapan) yang dijadikan percontohan bagi proyek Mangrove Ecosystem Conservation and Sustainable Use (MECS) antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dengan Japan International Cooperation Agency (JICA)

Petunjuk arah menuju Ekowisata Manggrove Wonorejo
Tidak terlalu sulit untuk mencapai lokasi EMW. Aku menjadikan kampus STIKOM Kedung Baruk (Bukan STIKOM Jemur) Surabaya sebagai patokan. Tinggal mengikuti jalan ke arah pangkalan taxi Orenz. Sepanjang perjalanan kami melewati IPH School, Hotel Teratai, Perumahan Graha Sampurno di sisi kanan jalan, sedangkan di sisi kiri adalah sungai. Ada beberapa petunjuk arah yang disponsori oleh salah satu developer perumahan yang memudahkan calon pengunjung yang belum pernah ke tempat itu.

Gerbang Masuk Ekowisata Manggrove Wonorejo
Gerbang EMW yang terletak di sisi kanan jalan, persis di seberang lokasi perumahan berkonsep regency. Gerbang itu terbuat dari batang-batang bambu yang diikat satu sama lain dan beratapkan alang-alang. Kami harus menyusuri jalan tak beraspal dan bergelombang. Terdapat beberapa kolam pancing di sepanjang perjalanan menuju loket masuk.


Akhirnya kami tiba juga di loket masuk tempat wisata. Jika mengharapkan sesuatu yang "wah" tentulah akan kecewa karena di kisaran loket masuk hanya terdapat tempat parkir, beberapa PK5, dan toilet yang terletak agak terpisah dari loket masuk dan warung-warung PK5.

Tiket masuk Ekowisata Manggrove Wonorejo
"Sempurna", pikirku. Anak-anakku akan tahu seperti apa hutan dan sungai. Mereka akan lebih cepat belajar mengenai ekosistem sungai jika dibandingkan belajar melalui buku. Akupun lalu membeli tiket masuk untuk kami bertiga (IDR 25.000 untuk pengunjung dewasa dan IDR 15.000 untuk pengunjung anak-anak). Sembari menunggu perahu penumpang yang akan kami naiki penuh, kami menikmati sajian mie instan dan membekali diri dengan air mineral untuk selama perjalanan. Berdasarkan informasi yang aku peroleh dari penjual tiket, durasi menyusuri sungai dan hutan bakau pergi-pulang adalah 1 jam.

Mesin diesel perahu penumpang menderu-deru, oleh petugas yang ada kami bertiga dipersilahkan naik ke atas perahu. Aku melihat kilatan semangat penuh keingintahuan di mata kedua anakku dan aku senang melihat hal itu. Petualangan kami pun dimulai...

Dermaga dan perahu kayu yang diperuntukkan bagi para pengunjung WAM

Menyusuri sungai dengan perahu
Perahu penumpang yang kami naiki melaju mulus membelah sungai. Di kanan kiri kami terbentang pepohonan bakau yang rimbun-rimbun. Tumbuhan bakau ini berfungsi untuk mencegah erosi sekaligus sebagai benteng alami terhadap air pasang. Fungsi lainnya adalah akar bakau yang lebat menangkap sisa bahan organik dan endapan dari daratan sehingga laut terjaga kebersihannya. Jika laut bersih, maka ekosistem laut (rumput laut dan terumbu karang akan terpelihara).

Tak jarang burung-burung putih berterbangan dan monyet ekor panjang bertengger di antara rerimbunan tanaman bakau. Sungguh pemandangan yang mengasyikkan. Para penumpang lain yang mayoritas adalah penggemar fotografi menjepretkan kamera mereka untuk mengabadikan pemandangan "tak lazim" di kota Surabaya.

Pemandangan ekosistem hutan bakau
Aku benar-benar menikmati hembusan angin yang menerpa kulit wajahku dan pemandangan di kanan kiriku. Sepertinya aku tidak seorang diri karena kedua anakku dan para penumpang lainnya juga seperti aku. Bahkan kedua anakku nekad duduk di geladak perahu sehingga pandangan mereka tidak terhalang oleh apapun walaupun sebenarnya kami sudah duduk di bangku paling depan.

Jalan setapak yang terbuat dari anyaman bambu
Sungai yang kami susuri membawa kami ke arah laut, kondisi gelombang lebih terasa di bagian ini. Putri sulungku sempat mengeluh pusing karenanya. Untunglah tak lama kemudian perahu berbalik arah dan kemudian menepi. Kami dipersilahkan untuk menyusuri jalan setapak dari anyaman bambu yang membelah hutan bakau. Putri sulungku semangat sekali, jiwa petualangnya bangkit. Dia melontarkan begitu banyak pertanyaan mengenai tanaman bakau, sayangnya pengetahuanku mengenai tanaman bakau masih sangat terbatas.

Jalan setapak bercabang menjadi 2, masing-masing menuju gazebo yang berbeda. Untuk pertama kali kami berjalan menuju gazebo Pertamina. Gazebo Pertamina didirikan atas sumbangsih pertamina untuk penanaman 1000 pohon bakau. Gazebo ini bertingkat 3 dan dalam kondisi yang terawat. Dari sini kami bisa menikmati pemandangan laut dan hutan bakau.

Pembibitan tanaman bakau
Dari gazebo Pertamina, kami berjalan menuju gazebo Polwiltabes. Sebenarnya letak gazebo ini lebih dekat dari tempat perahu kami merapat. Sayangnya kondisi atap gazebo di sana banyak yang berlubang dan gazebo hanya dibangun 1 lantai saja. Namun dari tempat ini kami bisa melihat pembibitan tanaman bakau yang ditanam di batang-batang bambu.

Setelah kami rasa cukup berpetualang, kamipun kembali menuju tempat perahu kami ditambatkan. Anak-anakku berceloteh sepanjang perjalanan menuju dermaga. Mereka menceritakan pengalaman dan pengetahuan baru mereka sekaligus bertanya ini itu kepadaku. Aku senang karena itu artinya misiku berhasil.

Tips:
  1. Waktu berkunjung paling ok adalah pada saat pagi hari atau sore hari kala sinar matahari tidak terlalu terik. Bawalah topi dan kenakan baju yang nyaman.
  2. Bawalah kamera karena banyak view yang menari, jangan seperti aku yang hanya mengandalkan kamera HP hehehe (harap maklum jika hasil jepretan tidak maksimal).
  3. Jika ingin berlama-lama di gazebo, jangan lupa membawa bekal karena di sana tidak ada penjaja makanan atau minuman. Bawalah juga plastik untuk menampung sampah yang tersisa dari makanan dan minuman yang telah konsumsi serta buanglah sampah pada tempatnya! 
  4. Kondisi toilet kurang layak karena tidak menggunakan air PDAM. Untuk pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas toilet, ada baiknya membeli air mineral kemasan untuk membasuh atau menggunakan tissue basah. Jangan lupa, buanglah botol kemasan atau tissue basah yang telah terpakai pada tempat sampah yang tersedia!

Tuesday, June 19, 2012

Long Distance Relationship


Menjalin hubungan yang dipisahkan oleh jarak dan waktu adalah jenis hubungan yang menurutku tidak mudah dijalani. Bayangkan saja, pada saat rindu melanda, tidak bisa langsung bertemu (diakui atau tidak walau sekarang ada fasilitas video call, video conference...it can't replace one's presence and touch!). Namun bukan berarti hubungan jarak jauh atau yang lebih beken dikenal dengan sebutan Long Distance Relationship (LDR) tidak dapat awet, bahkan melangkah ke jenjang yang lebih serius. Ada beberapa kunci utama yang perlu diperhatikan saat menjalani LDR.


Percaya
Ini adalah kunci utama dalam membina LDR karena tidak dapat bertemu dan bersama pasangan setiap saat. Percaya bahwa pasangan (walau berbeda lokasi) tetap menjaga hatinya hanya untuk Anda.

Setia
Juga merupakan hal penting dalam membina LDR karena godaan untuk mendua hati sangat terbuka lebar. Semakin menggoda pada saat kesepian menyapa dan hadir pihak ketiga yang memberikan perhatian intens kepada Anda.

Komunikasi
Komunikasi juga adalah hal penting dalam LDR. Tanpa adanya komunikasi, there's no way hubungan yang terjalin bisa terbina dan terjaga. Jadi walau sesibuk apapun, selalu sempatkan untuk mengirimkan pesan pendek bernada sayang atau menyapa melalui telepon. At least, biarkan pasangan tahu bahwa Anda sayang padanya, tahu hal-hal yang sedang Anda alami dan yang Anda lakukan (walau secara garis besar).


Rancang Waktu Kencan
Nah, ini penting banget! Tidak akan cukup kebersamaan via sms, bbm, email, telepon, video call, skype, dll....luangkan waktu untuk bertemu satu sama lain. Entah itu berkunjung ke domisili pasangan atau pasangan berkunjung ke domisilimu atau pergi berlibur bersama ke suatu tempat.

Ruwetnya Mengurus Kesiapan Berkas Pengajuan Visa Schengen

Arrggghhhh mumet banget urus pengajuan visa schengen!

Untuk orang awam seperti aku yang tidak pernah mengurus pengajuan visa schengen, persiapan pengajuan visa schengen sangat menyita waktu dan konsentrasi. Menyita waktu karena beberapa birokrasi yang harus ditempuh pada saat meminta beberapa persyaratan pengajuan visa schengen ke pihak bank.Juga menyita konsentrasi karena berkas-berkas harus lengkap pada saat wawancara.

Begitu banyak berkas yang harus disiapkan untuk mengunjungi negara-negara yang tergabung di dalam Uni Eropa. Adapun berkas yang harus disiapkan adalah:

  • Surat permohonan aplikasi visa 
  • Formulir aplikasi visa (yang bisa didownload dari website kedutaan besar negara Uni Eropa yang dituju)
  • Akte Lahir
  • Kartu Identitas
  • NPWP
  • Kartu Keluarga
  • Tanda Daftar Perusahaan / TDP
  • Surat Ijin Usaha Perdagangan / SIUP
  • Passport
  • Bukti Reservasi Tiket
  • Bukti Reservasi Hotel
  • Referensi Bank (Note: ajukan formulir permohonan refernsi bank berikut tujuan pengajuan referensi, proses memakan waktu + 3 hari)
  • Rekening Koran 3 Bulan Terakhir (Note: ajukan formulir permohonan cetak rekening koran yang dikeluarkan oleh bank, proses memakan waktu + 3 hari)
  • Asuransi Perjalanan dengan nilai pertanggungan minimal 30.000 Euro (Note: proses pembuatan 2 hari)

Nah, karena awam dan tidak banyak yang bisa kumintai informasi mengenai pengajuan visa schengen. Aku  baru menelepon kedutaan besar negara yang dimaksud pada saat seluruh berkas telah lengkap tersedia, sedangkan jadwal keberangkatan adalah 2 minggu kemudian. Sangat mepet mengingat proses pengajuan visa adalah 2 minggu. Seharusnya mendaftar terlebih dahulu untuk interview walaupun berkas belum lengkap terkumpul. Jadi sembari menunggu waktu interview, bisa menyiapkan berkas-berkas. Proses pendaftaran interview juga bisa diajukan secara online.

Taoi memang Tuhan baik, walau sebelumnya sempat diinformasikan jadwal interview telah penuh hingga 12 Juni 2012. Pagi tadi aku mencoba kembali untuk menghubungi kedutaan besar Belanda dan langsung diberikan jadwal interview pada akhir bulan. Puji Tuhan ^_^