Showing posts with label Testimony. Show all posts
Showing posts with label Testimony. Show all posts

Friday, September 2, 2011

Time to Let Go


When your presence is so important to someone else

When your presence is very meaningful to someone else

When your presence means one's whole life

When your presence makes one's life complete

To see smile on one's eyes

To see warmth of one's smile

To see it's you who make him happy

Perhaps it would be flattering you

Perhaps it would make you think that you've fulfilled your life goal

But what if once you make him/her disappointed?

When his/her love turns into anger and hate

When his/her praises turn into threads

Then it would be very uncomfortable thing in the world

Should you stay just to safe his/her life?

Should you stay for his/her sake?

Should you sacrifice yourown happiness and future?

Well...I say no, I won't stay

A person has his/herown life decision

If a person indeed cares for you,

Then he won't do anything to harm you

If he/she does, then it is no love but possesiveness

Then you can call it immature

You're never responsible for one's happiness

It's for him/her to choose to be happy

If you're not happy or comfortable,

Then it is time to let go

Wednesday, April 20, 2011

Another Life Target Achieved ^_^

Although it's expensive, a shelter is one of main human needs...in this case, my needs. My brother is going to marry his girlfriend and it's an unwritten rule in my family that a house goes to the son, not daughter. In the other hand, I think it's the right time for me to be independent.

Buying a house isn't as simple as I thought, there are things need to seriously considered c.q. budget, social facilities, building quality, distance from the office etc. I've been searching for a house in several years, I attended property exhibitions and searched in the newspaper ads as well as strolling but found none.

Then I found this small house (36/105). I like its nice, calm, and secure environment; free from flood; relatively close to markets, schools, etc...and the most important thing is affordable.




One big move for me because buying a house means big cost, since I need to provide myself a transportation as well. I have to sacrifice my hobby to travel. Well, not that bad because I still can travel inside Java island at least for a whole year or max for the next 2 years.

I remembered once on my 30th birthday I wrote in here that I would explore Tana Toraja in the next 2 years and buy a house in the next 5 years. Last year (early December 2010) I've explored Tana Toraja/Rante Pao, a year earlier and in March 2011 I decided to buy a house.

Thank you, Lord.....for You made my dreams/target came true earlier than I thought I would.

Monday, April 11, 2011

When "Good Bye" is a Must

I really don't know where to start...it just something I thought I must do. I just hope I did the right thing.

I knew and met this guy from a social network. As I knew he has commit his entire life to God, I approved to make friends with him. He was such a nice guy, I loved to communicate with his as he "listened" to me and directed me into the right path.


But it all ended at the time he said his love to me as a man.


I pulled myself away from him. I didn't even chat or reply to his comment. I deleted his number from my mobile phone. I guess he knew that. He didn't try to contact me any longer......until 6 months later.


A simple "hi" shown on my monitor. He said that he was sorry for not communicate with me for months as he was going abroad and busy with his works. Oh, that's great! It mean he had forgot me!


But then he said that he've been missing me alot and my face kept on his mind......never felt like this before. Never knew that a woman would be a temptation. Oh, no! What have I done? Did I make him forget about his vow?


So, this is it....I decided to delete him from my list. Actually I don't want to be rude by doing that, but I guess that's the right thing to do. Sometimes good bye is a must.

Saturday, April 9, 2011

NEVER OFFER ME THESE!!!!

There are several menus that I won't consume. I would rather eat plain rice or not eating if served menus are as follow:






FROG MEAT/SWIKEE

Although according to my director and colleagues frog meat is simly delicious. I don't think the same. Once I was on duty to Central Java, on the way to Semarang we stepped by to RM Swikee Purwodadi. OMG, it was nightmare! Watching them eating frog meat soup really ruin my appetite. Yacks!!!

CATFISH

Pecel lele is becoming wellknown lately, it's because this menu is easy to make, available every where, and cheap. But really I can't imagine myslef eating this kind of fish. So disgusting! It shaped like a snake.

EEL

If catfish disgust me, so it is! One of my friends really loves to eat eel. Cross my finger, I don't want to eat this!

DOG MEAT

So called RW (Rintek Wu'uk = Minahasa) or B1 (Biang = Batak). Because I'm a dog lover, I even ever had 11 dogs, I don't want to eat dog meat!

DUCK MEAT

My reason for not eating duck meat is riddicilous. Well...eversince I was a little girl I loved to watch and to read Donald Duck. His high temprament and his bad luck never fail to make me laugh. I don't want to eat duck meat because I don't want to add bad luck to duck family......hahahaha silly, right? But it is true.

RABBIT & PIGEON MEAT

They're just too cute to be eaten!

SHELLS

I don't know the reason yet...but I just can't help it.

OFFAL (TOUNGE, HEART, BRAIN, COLON, LIVER, HEART, ETC)

No...no...no...!!!


And...others, especially uncommon menu like grasshoper, bat, snake, horse, etc.

Am I picky? Oh yes! Please offer me common and ordinary menu which is not spicy.

Thursday, March 31, 2011

With Compliment: Pria Dalam Tubuh Wanita

Sama sekali tidak membahas wadam/bencong/banci atau operasi transgender!

Sebagai seorang yang terlahir berjenis kelamin perempuan, aku tidak terlalu enjoy dengan kegiatan-kegiatan yang para wanita pada umumnya, bahkan ada yang menjadikannya sebuah hobby.


Aku jelas tidak menyukai shopping. Aku tidak betah berlama-lama berjalan di sebuah mall tanpa tujuan yang jelas....akhirnya menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan alias mata keranjang. Jika aku ingin membeli sesuatu, maka aku harus sudah tahu di mana aku akan mencarinya. Aku tidak ingin menghabiskan waktu dan energiku hanya untuk sesuatu yang tidak jelas.


Aku tidak suka berdandan. Ya ampun, memakai maskara itu ternyata lebih sulit daripada rafting! Mengendarai motor dengan high heel lebih mengerikan daripada paralayang! Kenapa sih harus ribet? Aku tidak habis pikir bagaimana seorang wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi bisa mengendarai sepeda motor...bukan motor matic tentunya. Aku juga tidak mengerti kenapa seorang wanita bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin. Menurutku, setiap perempuan itu cantik....tinggal bagaimana mereka mengolah/menonjolkan potensi yang ada pada dirinya (tentu dengan tidak harus mengorbankan waktu berjam-jam di depan cermin, tampil alami selalu jauh lebih menarik menurutku) dengan ditunjang kepribadian yang menarik dan otak.


Aku juga tidak suka menonton sinetron dan acara gosip selebriti, aku bahkan tidak tahu nama artis/aktor/penyanyi jaman sekarang....benar-benar payah! Pernah suatu ketika aku berkumpul bersama sesama teman wanita dan mereka sedang membahas Nikita Willy. Aku benar-benar tidak tahu siapa itu Nikita Willy dan bagaimana rupanya, sampai akhirnya mereka menunjukkan fotonya di tabloid. Aku jauh lebih menikmati menonton siaran berita dan pertandingan sepak bola daripada nonton sinetron dan gosip selebriti yang tidak mendidik.


Aku tidak bisa berbicara basa-basi. Selalu straight to the point. Kadang orang menilai caraku berbicara cenderung vulgar, itu bukan maksudku....karena aku menyampaikan apa yang ada di kepalaku.


Aku menyukai kegiatan menantang dan traveling - menjelajah dan mempelajari dunia yang sama sekali baru. Aku suka tantangan. Tantangan membuatku merasa hidup......memompa adrenalin, memacu jantung.


Kadang aku berpikir: apa ada yang salah denganku?

Seorang kolegaku pernah berceletuk: "Kamu itu pria yang terperangkap dalam tubuh wanita."

"Heh, masa iya sih? Apa seburuk itu?"

"Oh ga sama sekali, justru ini sebuah pujian..." katanya tulus.


Haruskah aku merasa tersanjung atau tersinggung dengan pernyataan itu?

Friday, March 18, 2011

Puasa Pra-Paskah (2)

Ini adalah tahun kedua aku menjalani puasa Pra-Paskah. Puasa Pra-Paskah tahun ini dimulai sejak 9 Maret sampai dengan 23 April 2011. Sekali lagi aku memilih puasa (1x makan kenyang dalam sehari selama 40 hari).

Tujuan puasa Pra-Paskah adalah menjalani masa tobat dengan berbagai keutamaan hidup beriman dan tidak mudah mengikuti atau terpengaruh suasana di luar suasana gerejawi. Puasa juga bisa sebagai wujud ucapan syukur. Tapi kali ini, aku membawa doa pribadi dalam masa puasa.

Memang tidak ada peraturan baku mengenai puasa Pra-Paskah bagi umat Kristiani atau Katolik. Ada yang bilang mengurangi porsi makan, ada yang bilang boleh minum namun makan hanya sekali sehari, dsb. Bagi umat Katolik, puasa yang diwajibkan adalah puasa Rabu Abu dan Jumat Suci, sedangkan hari-hari lainnya menjalankan pantang (jenis pantang yang dipilih adalah hal yang paling disukai, misalnya: rokok, daging, dsb). Puasa diwajibkan bagi umat yang telah berusia 18 tahun ke atas, sedangkan pantang diwajibkan bagi umat yang berusia 14 tahun ke atas.

Aku pribadi lebih memilih 1x makan kenyang dalam sehari dan tidak makan ataupun minum sebelum waktu buka puasa (biasanya pukul 18.00). Hal yang berat untuk dilakukan karena sekarang aku lebih mobile dan banyak aktivitas yang harus aku lakukan, baik di rumah maupun di tempat bekerja. Tekanan dari luar dan dalam begitu luar biasa; baik itu godaan lahiriah, maupun godaan yang bersifat batiniah. Untunglah, hingga hari ke-10 ini aku masih dikaruniai kekuatan dan kesehatan. Aku percaya Tuhan yang memampukan aku untuk menjalani masa puasa Pra-Paskah hingga 22 April 2011 mendatang.

Hanya beberapa orang yang tahu aku sedang berpuasa (keluarga dan teman dekat). Aku lebih suka seperti itu, aku tidak ingin berpuasa namun dijauhkan atau dihindarkan dari godaan. Jika begitu adanya, untuk apa berpuasa? Bagaimana kita bisa tahu kita sudah tahan uji jika tiada kemenangan melawan pencobaan? Adalah jauh lebih baik bertahan melawan godaan daripada menghindari godaan....sekali lagi itu menurutku pribadi. Lebih baik Tuhan saja yang menilai niat hatiku dalam menjalankan masa puasa Pra-Paskah.

Thursday, June 10, 2010

Warning: Sedang Tertekan


Sedang tertekan...pilihan kata yang tepat untuk hal yang sedang aku rasakan pada saat ini. Masalah demi masalah silih berganti, bertubi-tubi menghantamku dalam periode waktu yang singkat. Pfffttt, berat!
Aku bersyukur aku masih bisa berdiri dengan kepala tegak menatap ke depan. Aku sangat bersyukur punya Tuhan, keluarga, dan sahabat-sahabat yang menguatkan dan meneguhkan aku pada saat aku sedang down seperti saat ini. Sekarang aku hanya membayangkan aku sedang diuji seperti Ayub. Apa aku sanggup bertahan ketika semua tuduhan mengarah kepadaku?

Masalah pertama datang 2 hari yang lalu. Aku menerima sms dari mama bahwa kakakku yang mengadu nasib di Jakarta harus opname dikarenakan pendarahan dan HBnya hanya 4,8. Aku kalang kabut mencari tiket ke Jakarta untuk mama pada hari itu juga. Untunglah akhirnya dapat. Uang yang baru saja aku peroleh, langsung raib untuk biaya pengobatan.

Seiring dengan keberangkatan mama ke Jakarta, otomatis kedua buah hatiku tidak ada yang menjaga karena memang kami tidak memiliki seorang pembantu. Maka aku mengajukan ijin tidak bekerja untuk keesokan harinya. Siang harinya aku menerima telepon dari salah satu personel perusahaan yang menyampaikan ultimatum: kerja atau keluarga. Hal yang sangat mengejutkan mengingat selama durasi 10 tahun bekerja pada perusahaan, aku baru 1 kali mengajukan cuti (di luar ijin sakit dan cuti melahirkan tentunya). Bahkan pada saat sakit, aku tetap bekerja, kecuali jika aku sudah tidak dapat bangkit dari tempat tidur. Aku sontak pontang-panting mencari PRT, baby sitter, ataupun TPA. Puji Tuhan, semuanya seperti telah diatur oleh Tuhan Yesus sehingga aku mendapatkan orang yang bisa kupercaya untuk menjaga anak-anakku.

Masalah ketiga baru aku ketahui pada hari ini sewaktu aku kembali bekerja. Salah seorang sahabat dan rekan kerjaku menceritakan mengenai kejadian sehari sebelumnya di mana dia dipanggil secara khusus untuk menjawab beberapa pertanyaan pribadi mengenai aku. Oh Tuhanku...begitu buruk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Aku merasa seperti ditikam dengan pisau tepat di jantungku. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Siapa penyebar berita itu?

Walau aku terlahir sebagai seorang yang cuek, tetap keadaan ini membuatku tertekan. Walau tampak tegar di luar, tetap aku butuh bahu untuk menangis. Walau kelihatan tidak membawa dampak apa-apa padaku, aku merasa luluh lantak di dalam.

Kuatkan aku, ya, Yesusku. Hanya padaMu aku temukan kekuatan dan ketenangan. Hanya Engkau yang menyediakan seluruh jawaban, aku hanya perlu datang dan bertelut padaMu. Selamatkan aku dari segala kekusutan ini. Amin.

Tuesday, May 25, 2010

Pengalaman Pertama

Selama ini aku selalu penasaran dengan bagaimana rasanya pingsan dan berkeringat. Memang aneh rasa penasaranku yang satu ini. Walaupun aku sudah menanyakan ke beberapa orang yang pernah mengalami tidak sadarkan diri ataupun berkeringat, itu belum memuaskan rasa ingin tahuku.

Aku memang terlahir sebagai orang yang tidak bisa berkeringat, bahkan pada saat aku sedang berusaha mendorong untuk mengeluarkan bayi dari dalam perutkupun aku tidak berkeringat. Padahal wanita-wanita lain sudah mandi keringat dan rambut mereka seperti habis keramas. Aku juga memiliki ketahanan fisik yang boleh dibilang tahan banting sehingga walaupun habis menjalani operasi usus buntu, aku bisa langsung berjalan kaki menuju toilet hanya karena aku tidak mau buang air kecil di pispot.

Nah, akhirnya rasa penasaranku terjawab Sabtu lalu. Tuhan mengijinkan aku berkeringat sekaligus pingsan. Pada saat itu aku mendonorkan darahku untuk yang ke-7 kalinya. Sebelum mendonorkan darah aku menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu: berat badan, tekanan darah, dan HB. Semuanya normal sehingga aku diperbolehkan untuk mendonorkan darahku. Aku selalu mempersiapkan diri sebelum menjalani donor darah: mengkonsumsi vitamin penambah darah dan makan siang.

Setelah selesai mendonorkan darah, aku berjalan menuju toilet untuk buang air kecil. Tiba-tiba aku menggigil, tangan dan kakiku kesemutan, rasa dingin menjalar dari tulang punggung sampai telinga dan wajahku. Nafasku mulai pendek-pendek. Keringat dingin keluar dari tubuhku, butiran keringat berukuran sebiji jagung.

Aku berusaha meraih handle pintu yang hanya berjarak setengah meter dari tempatku, tapi rasanya jauh sekali dan akhirnya aku terjatuh. Aku tidak tahu berapa lama aku terjatuh. Yang aku tahu setelah aku tersadar, peluh masih terus mengalir dan nafasku masih tersengal-sengal. Aku paksakan diri untuk berdiri dan berjalan, tapi ternyata hanya bisa beberapa langkah. Lagi-lagi aku terjerembab. Untung kali ini ada teman sekantor yang melihat dan menolongku. Dia menyuruhku beristirahat di bangku dan kemudian membawakan secangkir teh manis hangat. Setelah itu dia berlalu, rupanya dia memanggil teman kantorku yang lain. Temanku yang satu ini kemudian mengelap punggung dan tengkukku yang basah oleh keringat sambil terkesima karena ternyata aku bisa berkeringat juga.

Setelah menghabiskan segelas teh manis hangat, kondisiku berangsur pulih dan aku bisa berjalan ke ruang tamu kantor untuk berbaring. Aku kemudian diperiksa oleh dokter PMI, tensiku turun. Kemudian aku disarankan untuk tetap berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi, minum minuman manis hangat, dan mengkonsumsi vitamin.

Walaupun sebenarnya merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, tapi aku puas karena rasa ingin tahuku terjawab dengan sangat gamblang. Tentu saja, aku tidak ingin mengulang pengalaman ini hehehe

Tuesday, April 6, 2010

K.A.L.U.T.

Pernah mendapat pernyataan cinta dari orang yang tidak terduga?

Aku pernah mengalaminya beberapa kali...dari sahabat dekatku dan dari seorang pria yang sudah berkeluarga, tapi yang paling mengejutkan datangnya dari seorang Romo. Yup, tidak salah baca, kok. Hal itu baru aku alami kemaren. Benar-benar di luar dugaanku dan aku sama sekali tidak mempunyai firasat akan datangnya hal yang mengejutkan sekaligus menakutkan itu.

Pada awalnya aku mengira pernyataan cintanya adalah pernyataan kasih dari seorang hamba Tuhan kepada umat Tuhan. Kasih yang tulus, sehingga aku dengan tenang menyatakan kesenanganku karena telah dikasihi. Tapi pada saat dia menegaskan bahwa dia mengasihiku sebagai seorang laki-laki terhadap seorang perempuan, aku langsung diliputi kekalutan dan rasa bersalah.

Mungkin kondisinya akan jauh berbeda jika yang menyatakan cinta adalah laki-laki biasa atau bahkan seorang Pendeta, tapi ini adalah seorang Romo-seseorang yang sudah menyatakan sumpah setianya kepada Tuhan...menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan. Belum pernah aku merasa kalut sekaligus berdosa. Aku merasa sangat bersalah jika keberadaanku menjadi batu sandungan bagi seorang Romo dalam melayani Tuhan. Aku sampai berpikir mungkin ada yang salah dari caraku berkomunikasi atau bertingkah laku. Ya, Tuhan...apa yang telah aku perbuat?

Adalah sangat manusiawi untuk mencintai seseorang secara pribadi, aku tidak bisa menyalahkan dia jika dilihat dari sisi manusiawi...aku bisa mengerti bahwa pasti butuh keberanian khusus dan kejujuran untuk mengemukakan isi hati...tapi dalam kasusku kali ini, hal ini adalah tidak benar!

Tolong aku, Tuhan...beri aku kebijaksanaan sehingga aku bisa melalui ini seturut dengan hikmatMu. Amien.

Monday, February 8, 2010

Ahhhh....how relieved!



Relieved is exactly how I feel right now

It's all over now

I've been through the worst part and overcame the problem

If family and friends noticed that lately I mourned

Then they start to see the new me today

I'm no longer lost my smile

I have new spirit to face the day

I know for sure that there's nothing I can't conquer

All I have to do is have the faith and do the best effort to reach the goal

By HIS grace everything's possible

I'm grateful for people who encouraged me through my bad times

Hold my hands when I was down

For all those prays and supports

From the core of my heart I'm thanking you

May God bless you all

Friday, January 15, 2010

Aku Capek!!!

Uggghhh....
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagiku. Kemaren sudah menjalani pra-raker hingga pukul 21.30 WIB. Saat ini jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 22.27 WIB dan rapat tahunan masih berlangsung. Entah berapa lama lagi. besok masih harus bangun pagi dan kembali mengikuti rapat hari terakhir. Aku harap tidak berakhir terlalu malam.

Kelihatannya tidak melelahkan. Hanya duduk manis di depan komputer merangkum seluruh hasil rapat yang telah berlangsung untuk kemudian dibacakan di depan forum oleh Presiden Direktur perusahaan pada hari terakhir pelaksanaan rapat. Terkadang menyiapkan sajian snack, makan siang, dan makan malam untuk 90 orang peserta rapat. Tapi...hell, it's really tiring!

Lelah bekerja di depan komputer jauh berbeda dengan lelah setelah rafting - olah raga paling melelahkan versiku. Lelah karena rafting justru membawa kesegaran bagi tubuh setelahnya, tapi kalau lelah lantaran bekerja di depan komputer selama berjam-jam membuat seluruh indraku, leher, pundak, punggung, kaki, bahkan otakku down.

Menghayal mandi air hangat dengan ditemani lilin aroma therapy, dilanjut dengan body massage, segelas teh hangat, lalu diakhiri dengan berbaring sambil ditemani musik yang mengalun lembut mengalun. Pffft....
Betapa aku merindukan rumahku...kamarku, terlebih tempat tidurku...

Thursday, January 14, 2010

My Regret



I've just made a very stupid thing in my life

I just realized it

How couldn't I see it

Damn, it was so clear

It was right before my eyes

Stupid, I shouldn't have did that

Geez, where did I get the nerve to do so?

Playing

Bullying none but myself

How ungrateful I was for everything

Stupid!

Please forgive me oh dear Lord

Please don't leave me

Draw me near You

Grab me!

Hold me!

Safe me!

For I'm nothing without You

Please, Lord, give me strength to face the day

Becoming a new person in Your eyes

Mold me, Lord

Make me new

For I'm Yours

If You still want me...