Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Monday, June 20, 2016

Tips Jaga Miss V Saat Menggunakan Toilet Umum

Bagi perempuan yang hobby travelling atau berbelanja atau bekerja di lapangan, keberadaan toilet umum adalah sangat penting. Sayangnya, kondisi toilet umum terkadang tidak sesuai standar kebersihan yang kita inginkan. Ada kalanya situasi dan kondisi memaksa untuk menggunakan toilet umum dengan kondisi seadanya. Tak dapat disangkal bahwa kondisi seadanya itu, membuat para wanita terjangkit keputihan.



Nah untuk mencegah hal itu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan saat menggunakan toilet umum:
  1. Usahakan untuk memilih kloset jongkok dibanding kloset duduk. Hal ini dikarenakan kebanyakan wanita di Indonesia suka mengambil posisi jongkok saat menggunakan kloset duduk sehingga dudukan kloset duduk menjadi kotor oleh alas sepatu.
  2. Bilamana tidak terdapat kloset jongkok. Bersihkan dudukan kloset duduk dengan desifectan atau bisa juga dengan tissue basah. Cara yang lebih extrim, bisa melapisi dudukan kloset dengan tissue (di beberapa supermarket sekarang tersedia tissue khusus untuk melapisi dudukan kloset.
  3. Selalu siapkan tissue basah di dalam tas untuk membasuh daerah kewanitaan karena air dalam penampungan toilet umum sering kali tidak dalam kondisi yang bersih, bahkan bak penampung serta gayung yang tersedia juga tidak dalam kondisi bersih. Jika perlu, bawalah selalu air mineral kemasan botol besar untuk membasuh Miss V.
  4. Selalu gunakan private shower untuk membasuh Miss V atau akan lebih baik lagi untuk menggunakan tissue non parfum / tissue khusus wanita. 
  5. Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah buang air.
  6. Pengalaman pribadi, setiap menggunakan toilet umum, aku selalu memilih toilet yang kran airnya tidak mampet, sehingga air yang digunakan selalu berganti. Air yang mengalir itu juga yang aku pakai untuk menyiram seluruh lantai toilet sebelum aku menggunakannya.

Monday, March 18, 2013

Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olah Raga

Artikel yang pas bagi yang sedang ngebet menurunkan berat badan tapi malas berolahraga atau ingin langsing tapi terjebak dalam berbagai kesibukan yang menyita waktu sehingga tidak sempat berolah raga....

Mengkonsumsi Air
Nah ini resep murah meriah yang bisa dilakukan. Air ternyata sangat membantu proses pelangsingan. Mulailah hari dengan meminum 2 gelas air. Minum air juga sesaat sebelum makan sehingga perut merasa agak kenyang dan pada akhirnya jumlah makanan yang masuk tidak dalam jumlah besar. Untuk yang tidak terlalu menyukai rasa air, bisa menambahkan irisan jeruk lemon.

Perbanyak Konsumsi Protein
Selalu sediakan porsi protein dalam menu makan pagi, siang, dan malam. Protein bisa diperoleh dari telur, daging, ikan, ayam, susu, juga kacang-kacangan. Akan lebih baik jika sajian protein ini tidak digoreng dalam pengolahannya.

Hindari Sarapan Minuman Manis
Sebisa mungkin hindari minum kopi+gula atau teh+gula atau sirup saat sarapan supaya asupan kalori tidak terlalu tinggi.

Ketahui Apa Yang Dimakan
Kudapan atau snack ringan tidak menjamin bahwa kandungan kalorinya kecil. Adakalanya kudapan ringan memililki nilai kalori yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan porsi makan siang ukuran normal.

Makan Menu Favorit Sekali Seminggu
Jika 4 tips sudah dilaksanakan, bukan berarti tidak boleh memanjakan lidah dan perut dengan menu favorit. Tidak ada salahnya makan menu favorit sekali dalam seminggu.

Semoga berhasil!

Thursday, September 20, 2012

Kista: Pantangan dan Anjuran

Setelah mengetahui ada kista di salah satu indung telurku, aku jadi rajin mengumpulkan informasi mengenai pantangan dan anjuran bagi penderita kista. Informasi ini aku kumpulkan dari sesama penderita kista yang sudah menjalani operasi pengangkatan kista. Berikut hasil rangkumannya:

Pantangan

  1. Gorengan di pinggir jalan karena mayoritas penjaja gorengan tidak mengganti minyak goreng yang dipakai, bahkan ada beberapa oknum yang menambahkan sedotan/plastik agar gorengan yang mereka jajakan tetap renyah dan gurih dalam jangka waktu yang lama.
  2. Minuman bersoda, minuman yang terlalu dingin, dan minuman beralkohol.
  3. Beberapa jenis sayur: tauge, kangkung, sawi putih, dan cabai
  4. Beberapa jenis buah yang mengandung kadar gula tinggi: durian, nangka, kelengkeng, sawo, dan mangga
  5. Daging merah: sapi, kambing, kerbau, babi, dll
  6. Ayam broiller
  7. Segala jenis makanan yang diawetkan/dikalengkan (sosis, nugget, biskuit, ikan asin dan mie instan juga termasuk)
  8. Kedelai dan olahannya (tahu, tempe, susu kedelai, kecap)
  9. Junk food (bye-bye fried chicken dll)
  10. Segala sesuatu yang mengandung MSG atau vetsin
  11. Santan
  12. Seafood (udang, kerang, cumi, dan kepiting)
  13. Kuning telur dan jerohan
  14. Susu sapi 
  15. Makanan / minuman yang memiliki kadar gula yang tinggi
  16. Makanan yang dibakar, makanan yang diberi alas logam karena makanan tersebut memiliki zat karsinogen yang memicu kanker
  17. Asap rokok
  18. Stress karena bisa mempengaruhi produksi hormon

Anjuran 
  1. Gunakan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk menggoreng. Ingat untuk hanya mempergunakan minyak goreng 1x saja (sekali pakai, langsung buang. Jangan dipergunakan untuk menggoreng jenis makanan lainnya)
  2. Boleh mengkonsumsi daging ayam kampung, telur ayam kampung, ikan air tawar, dan ikan laut
  3. Boleh mengkonsumsi susu low-fat atau susu non-fat
  4. Boleh mengkonsumsi home-made cake, roti, pudding, salad buah/sayur
  5. Perbanyak minum air putih
  6. Konsumsi juice buah: belimbing, tomat, jambu biji, apel, jeruk, pepaya
  7. Perbanyak konsumsi sayuran: wortel, bit, kubis, pare, brokoli, bawang putih, buncis, leunca, sambung nyawa, bawang putih, dan sayuran hijau lainnya
  8. Akan lebih baik jika mengkonsumsi beras merah
  9. Cukup istirahat

Friday, February 24, 2012

Tips Memilih Ikan Asin


Tidak peduli orang lain menganggap lauk yang satu ini sebagai lauk orang kere, namun bagiku ikan asin adalah menu yang sangat nikmat dan layak untuk disantap. Apalagi jika menyantapnya dengan nasi yang masih hangat dan ditemani sambal (yiay....akhirnya aku mulai bisa makan pedas). Suer, bisa lahap banget makanku!

Ada banyak variasi olahan ikan asin...ada yang dibumbu balado, ada menjadikannya sebagai campuran nasi goreng, ada juga yang menjadikannya campuran dalam tumisan tumis tauge dll. Itu semakin menambah kenikmatan untuk menikmati menu favoritku. Hmm...nulis begini saja sambil membayangkan hasil olahan ikan asin sudah mampu membangkitkan selera makanku.

Tapi eits.....ternyata sekarang banyak suplier yang nakal dalam memproduksi ikan asin. Ada oknum yang mengolahnya dengan formalin, ada pula yang mencampurnya dengan tawas supaya ikan asin terlihat putih bersih, ada pula yang membuatnya dari ikan yang tidak segar. Jadi ketelitian pada saat memilih dan membeli ikan asin sangat diperlukan. Jangan sampai tubuh kita dimasuki zat kimia berbahaya yang bisa merusak kesehatan kita.

Jadi bagaimana cara memilih ikan asin yang bermutu baik, berikut tipsnya:


  • Saat memilih, tekanlah daging ikan. Jika masih kenyal dan tidak lembek atau rusak berarti ikan masih bagus. Jika mudah hancur, bisa jadi terbuat dari ikan yang tidak segar.

  • Aromanya juga segar atau tidak busuk. Sedangkan yang dibuat dari ikan kurang segar akan beraroma busuk.

  • Hindari memilih ikan asin yang warnanya putih, kaku karena biasanya diberi bahan pemutih. Usahakan membeli ikan dengan warna yang wajar, walau kadangkala berwarna hitam atau coklat, malah ikan seperti itu yang lebih baik dan bebas dari zat berbahaya.

  • Waspadai ikan yang tidak dihinggapi lalat karena kemungkinan mengandung zat pemutih.

  • Ikan yang mengandung zat hidrogen peroksida dan tawas, biasanya tidak gampang patah dan agak keras, oleh karena itu jika kita membeli ikan coba dipatahkan, jika agak susah maka mengandung zat tersebut.

  • Cuci ikan sebelum digoreng.

Wednesday, January 18, 2012

Resolusi 2012: Mengurangi Asupan Gula

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menginjak tahun yang baru aku selalu menetapkan target pada diri sendiri untuk perbaikan diri maupun menata masa depan sekaligus menikmati hidup.

Jika di tahun sebelumnya Tuhan mengijinkanku untuk membeli rumah dan kendaraan baru, juga traveling maka tahun ini aku menetapkan target:
1. Menata keuangan untuk jaminan masa tuaku
2. Perbaikan mutu kesehatan dengan mengurangi asupan gula

Aku tidak akan membahas point pertama, kali ini aku akan menitikberatkan pada point kedua. Aku sangat menyukai segala sesuatu yang manis; entah itu es krim, kue, biskuit, permen, coklat, puding dll. Saking kecanduannya dengan rasa manis, aku tidak pernah lupa membawa permen atau coklat bahkan kue brownies setiap aku bepergian. Rela membawa beban berat, asalkan aku bisa menjamin diriku sendiri untuk me"mamakbiak" yang manis-manis. Intinya aku sangat kecanduan dengan gula. Aku tidak peduli dengan ancaman diabetes dan penyakit-penyakit turunannya.Tapi itu dulu, sekarang aku memutuskan untuk mengurangi asupan gula ke dalam tubuhku. Aku mengambil resolusi ini karena tidak ingin terkena penyakit Diabetes dengan segala komplikasinya.


Adapun langkah yang kutempuh untuk mengurangi asupan gula dalam tubuhku adalah:



  1. Mengurangi mengkonsumsi minuman ringan. Jika biasanya aku minum minuman ringan tiap hari, aku menggantinya dengan minum air putih (ini yang paling berat karena aku kecanduan salah satu merk minuman ringan)

  2. Mengganti permen dan biskuit manis dengan buah

  3. Tidak melewati lorong di supermarket yang menyajikan biskuit, permen, dan coklat

  4. Mengurangi makan karbohidrat

Kelihatannya sepele, namun sebenarnya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Aku harus lakukan untuk kebaikan diriku sendiri. Wish me luck!

Thursday, November 24, 2011

HERNIA

Masysarakat umum mengenal penyakit hernia sebagai penyakit yang diderita oleh kaum adam karena pria mempunyai rongga khusus di dalam perutnya yang mendukung fungsi alat kelaminnya. Pengenalan itu tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar karena sebenarnya hernia juga bisa terjadi pada kaum hawa.

Apa sih sebenarnya hernia itu?

Hernia merupakan bentuk penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau suatu bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Bila terjadi di perut, isi perut dapat menonjol melalui bagian yang lemah. Kebanyakan organ yang menonjol adalah usus.

Perut manusia dilapisi oleh selaput tipis yang menjaga isi perut tetap pada tempatnya. Nah, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut (dikarenakan batuk kronis, susah BAB, atau sering mengangkat benda-benda berat). Hernia bisa juga disebabkan oleh kelemahan otot dinding perut karena faktor usia. Akibatnya usus dapat "jatuh".




Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.


Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh.Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi. Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi.


Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia dapat dibedakan menjadi hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (akuisita). Sedangkan menurut letaknya, hernia dibedakan menjadi hernia inguinal, umbilical, femoral, diafragma dan masih banyak lagi nama lainnya.


Secara umum ada dua jenis hernia, yaitu:


* Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. Contoh lainnya adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada, serta banyak lagi jenis lainnya.


* Hernia eksternal. Dari jenis hernia ini yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusar. Bayi umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi secara kasat mata karena terlihat secara langsung.


Gejala khususnya muncul berdasarkan berat-ringan hernia:


1. Reponible : Benjolan di daerah lipat paha atau umbilikus tampak keluar masuk (kadang-kadang terlihat menonjol, kadang-kadang tidak). Benjolan ini membedakan hernia dari tumor yang umumnya menetap. Ini adalah tanda yang paling sederhana dan ringan yang bisa dilihat dari hernia eksternal. Bisa dilihat secara kasat mata dan diraba, bagian lipat paha dan umbilikus akan terasa besar sebelah. Sedangkan pada wanita, seringkali ditemukan bahwa labianya besar sebelah. Labia adalah bagian terluar dari alat kelamin perempuan.


2. Irreponible : benjolan yang ada sudah menetap, baik di lipat paha maupun di daerah pusat. Pada hernia inguinalis misalnya, air atau usus atau omentum (penggantungan usus) masuk ke dalam rongga yang terbuka kemudian terjepit dan tidak bisa keluar lagi. Di fase ini, meskipun benjolan sudah lebih menetap tapi belum ada tanda-tanda perubahan klinis.


3. Incarcerata : benjolan sudah semakin menetap karena sudah terjadi sumbatan pada saluran makanan sudah terjadi di bagian tersebut. Tak hanya benjolan, keadaan klinis penderita pun mulai berubah dengan munculnya mual, muntah, perut kembung, tidak bisa buang air besar, dan tidak mau makan.


4. Strangulata : ini adalah tingkatan hernia yang paling parah karena pembuluh darah sudah terjepit. Selain benjolan dan gejala klinis pada tingkatan incarcerata, gejala lain juga muncul, seperti demam dan dehidrasi. Bila terus didiamkan lama-lama pembuluh darah di daerah tersebut akan mati dan akan terjadi penimbunan racun yang kemudian akan menyebar ke pembuluh darah. Sebagai akibatnya, akan terjadi sepsis yaitu beredarnya kuman dan toxin di dalam darah yang dapat mengancam nyawa si bayi. Sangat mungkin bayi tidak akan bisa tenang karena merasakan nyeri yang luar biasa.


Nah, untuk kasusku....semasa aku kecil memang pernah menderita hernia, namun tidak sampai harus dioperasi karena masih bisa direposisikan. Benjolan di pangkal pahaku dulu hanya muncul setelah aku berlari-lari bersama teman-teman sepermainanku. Aku masih ingat rasanya sakit sekali sehingga aku harus berbaring dan ibu memijat ke atas benjolan kecil pada pangkal pahaku. Bahkan jika lebih parah, kakiku diikat dan digantung menggunakan kain gendong. Benjolan akan hilang dengan sendirinya keesokan harinya.


Sudah lama berlalu hernia tidak pernah kambuh sama sekali. Namun karena aktivitas fisikku meningkat drastis waktu-waktu lalu, aku merasakan ada rasa tegang saat aku menyentuh pangkal paha kananku. Aku sama sekali tidak berpikir itu adalah gejala awal hernia. Aku mengabaikannya dan meneruskan aktivitasku selama seminggu kemudian. Tak dinyana sesaat setelah pulang kantor, aku merasakan kesakitan yang luar biasa di pangkal paha kananku sehingga tidak dapat turun dari kendaraan.


Segera aku dibantu untuk masuk rumah dan berbaring. Aku kemudian melihat ada benjolan sebesar bakso berwarna kemerahan seperti jerawat yang meradang di pangkal paha kananku, padahal sebelumnya benjolan itu tidak ada. Ugh, sakitnya luar biasa.


Segera aku merujuk ke dokter bedah dan dokter bedah menyarankan untuk segera dilakukan operasi mayor. Menurut keterangan dokter bedah, ususku yang "jatuh" ditempatkan kembali ke posisi awal kemudian lubang pada selaput tipis perutku ditutup dengan lapisan sintetis sehingga memperkecil kemungkinan usus "jatuh" lagi. Untunglah operasinya hanya berlangsung singkat dan masa penyembuhanku juga relatif singkat (hanya 3 hari opname plus 3 hari istirahat di rumah).


Konsekuensinya selama 6 bulan setelah operasi aku tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat yang melelahkan dan juga tidak diperkenankan untuk mengangkat benda-benda berat. Tidak ada pantangan makanan yang diberikan.

Friday, April 8, 2011

Serba Serbi Bra

Bra seakan telah menjadi kulit kedua bagi para wanita. Karena termasuk dalam kategori underwear alias tidak nampak dari luar, acap kali pemilihan, pemakaian, dan perawatannya disepelekan. Sungguh disayangkan karena bra merupakan penunjang penampilan bagi penggunanya.


Kesalahan dalam memilih bra:



  1. Kebanyakan wanita membeli bra berdasarkan memori otak dalam menentukan ukuran cup, padahal berdasarkan pengalaman pribadi, setiap merk mempunyai ukuran cup yang berbeda. Bahkan extrimnya jenis bra juga menentukan ukuran cup yang pas bagi penggunanya. Penting untuk diingat bawa payudara wanita bisa berubah sebanyak 6 kali sepanjang usia (tergantung perubahan berat badan)! Jadi, sangat penting untuk mengukur kembali setiap 1-2 tahun sekali (walau kita merasa tidak ada yang berubah) agar dapat memilih bra dengan ukuran yang tepat.

  2. Salah mengenali ukuran bra. 90% fungsi bra adalah pada tali penopang, sisanya pada cup. Jika bra terlalu sempit, maka payudara akan "tumpah" ke samping dan atas.

  3. Mengkaitkan tali punggung di depan, lalu menggesernya. Kesalahan umum yang dilakukan adalah mengkaitkan tali punggungnya di depan, lalu memutarnya ke bagian belakang, baru setelah itu menaikkan tali bahunya. Cara yang benar: berdiri tegak, masukkan tangan ke dalam cup, posisikan payudara sedemikian rupa ke bagian tengah, lalu kenakan tali pundaknya.

  4. Jangan menggunakan bra dengan tali yang terlalu kecil, apalagi jika ukuran cup Anda cukup besar. Cara itu hanya akan menambah beban pada pundak, dan membuatnya sakit. Cup juga harus benar-benar pas menopang payudara. Tidak boleh ada payudara yang kelihatan ingin "lari" dari dalam cup. Ini penting, agar payudara Anda tidak melebar dan kendur.

  5. Memilih push up bra untuk payudara yang besar. Kebanyakan perempuan lebih menyukai bra tanpa jahitan atau bra dengan berbagai bentuk, yang bisa membuat payudara menjulang dan menantang. Bra-bra itu memang dirancang dengan kualitas yang baik dan menggunakan bahan yang bagus, tapi ingat, bra model itu tidak didesain untuk semua orang. Untuk mereka yang memiliki payudara besar, push up bra bisa menjadi musibah bagi Anda. Gunakan bra yang bisa mengangkat (payudara yang besar cenderung turun, RED.) dan membentuk payudara yang baik.

  6. Tidak membeli bra baru. Anda menggunakan bra yang sama selama 5 tahun? Berita buruk: bra tidak didesain untuk digunakan seumur hidup. Bra memiliki masa pakai, meskipun Anda merasa bra itu tetap nyaman meskipun sudah bertahun-tahun. Bra yang digunakan beberapa kali dalam seminggu dan dicuci secara rutin hanya bisa bertahan 1 hingga 1,5 tahun.

Tips membeli dan memilih bra:



  1. Nyaman dipakai. Untuk pemakaian sehari-hari, bahan bra yang digunakan yaitu bahan katun atau mikrofiber karena terasa lebih nyaman. Selain itu bahan tersebut memudahkan gerakan tubuh anda serta kulit dapat leluasa bernafas. Bagi wanita yang ingin tampil seksi, gunakan bra berbahan satin atau renda.

  2. Perhatikan ukuran bra yang akan dibeli. Perhatikan gambar berikut:
  3. Gb.1. Jika ukuran bra (lingkar dada) kebesaran, cup bra akan bergeser dari posisinya.

    Gb.2. Jika ukuran bra terlalu kecil, selain terlalu ketat sehingga kulit pundak, dada, dan punggung jadi merah-merah juga akibatnya payudara jadi ‘menyembul’ keluar. Selain itu, untuk mereka yang berlemak ekstra, akan menciptakan siluet tonjolan lemak yang kurang sedap dipandang. Apalagi jika memakai bahan yang fitted atau stretch.

    Gb.3. Jika tali bra terlalu pendek, bagian belakang bra akan terangkat ke atas. Kadang hal ini juga terjadi pada bra yang ukurannya (lingkar dada, bukan cup) kebesaran.

    Gb.4. Jika ukuran tali terlalu longgar, maka tali tidak berfungsi sebagai penahan.

    Gb.5-6. Pemilihan bra yang tepat sehingga menempel dengan pas, menyangga dan menutupi payudara dengan sempurna dan nyaman, bahkan memperindah bentuknya. Selain itu juga nyaman di kulit. Bagian belakang juga pas di punggung, sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri.

3. Pilih model dan tipe yang tepat. Ketika hendak mengenakan bra cermati terlebih dahulu jenis pakaian yang akan dikenakan.


Berikut “dampak” penampilan yang memikat karena pilihan bra yang disesuai dengan aktivitas juga outwear-nya.



  • SEAMLESS BRA Tipe bra ini memiliki outline lembut dengan seamless cup agar tidak tampak dari luar pakaian. Bra jenis ini sangatlah fleksibel untuk dipadupadankan dengan beragam jenis pakaian.

  • FULL CUP BRA Menutupi seluruh bagian payudara & memberikan rasa nyaman serta kekencangan yang mantap. Cocok dikenakan oleh pemilik payudara maxi.



  • SPORT BRA Bra yang tepat untuk digunakan saat Anda berolahraga atau beraktivitas sehari-hari. Dengan bahan yang lembut, elastis, sangat fleksibel dan nyaman dipakai.



  • 1/2 CUP BRA Bra jenis ini dapat menutupi ‘lowongan’ bagi pemilik payudara mungil, bahkan dapat mengangkat payudara sehingga membentuk lekukan yang seksi dan memberi kesan penuh.

  • 3/4 CUP BRA Mengangkat payudara dan membentuk lekukan sensual. Potongan mendalam pada bagian depan tengah cocok untuk pakaian dengan kerah V-neck.

  • PERFECT SHAPE Untuk menunjang pembentukan tubuh Anda menjadi lebih sempurna, kenakan bra Long torso dan Girdle.
Tips merawat bra:

  1. Rendam bra dalam air sabun tidak perlu dikucek-kucek karena kotorannya bukan yang menempel tetapi jika diperlukan pada bagian belakang dapat dikucek. Jangan diperas, langsung digantung dan biarkan airnya menetes sendiri sampai kering.

  2. Bila dicuci tangan maka untuk membuang air pada bra cukup dengan cara : saat memegang bra tangan kita memegang/mengepal/cengkeram bra tersebut, jangan dipelintir, tetapi peras per bagian, talinya, bagian belakang, lalu saat bagian depan, salah satu tangan kita berada dalam posisi menggenggam bra (jika ada kawatnya genggam kawatnya) kemudian peras sampai airnya keluar.

  3. Untuk pakaian dalam sebaiknya dicuci dengan sabun cuci cair tidak dengan spin di mesin cuci, jadi lebih awet tidak rusak kawatnya dan pasti bersih karena mencuci sendiri dan tidak dicampur dengan yang lain.

  4. Bila Anda ingin mencuci bra dengan mesin, pilihlah mesin cuci yang dapat di set hand wash dan tidak menggunakan mesin pengering karena akan merusak kawat penyangga. Langsung dijemur.

  5. Sebaiknya langsung dijemur dan usahakan dapat kering di hari yang sama untuk menghindari lembab pada cucian yang dapat mengakibatkan adanya bintik-bintik hitam atau jamur.

  6. Jangan menjemur bra dengan posisi menggantung tali bahu karena tali bahu akan melar. Jemur bra dengan menggantungnya di posisi tengah (antara kedua cup).

  7. Untuk mencegah kerutan pada bra, tepuk-tepuk lembut cup dengan tangan, jemur di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

  8. Jangan menyetrika bra.

  9. Khusus untuk bra berbahan sutera/silk, harus dikeringkan dengan menggunakan handuk.

Tuesday, March 22, 2011

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Kecil

Minggu lalu aku mendapat kiriman oleh-oleh 1 dos Pempek Palembang. Kebetulan saat itu sedang tidak ada masakan di rumah, jadi aku memutuskan untuk segera menggoreng Pempek dan menyajikannya untuk keluargaku. Saat itulah kecelakaan kecil itu terjadi. Tangan kiriku terkena percikan minyak panas. Ssshhhhhhh aduh, perihnya setengah mati!!! Kulit tanganku langsung memerah dan melepuh. Segera saja aku mematikan kompor dan berjalan keluar dapur.

Biasanya orang-orang bahula langsung menyarankan untuk mengoleskan minyak tawon atau odol ke permukaan kulit yang terkena percikan minyak panas atau knalpot...tapi aku ingat aku pernah membaca suatu artikel kesehatan bahwa hal itu sebaiknya tidak dilakukan karena akan membuat kondisi luka menjadi semakin parah.

Lukaku tadi termasuk luka bakar di lapisan permukaan kulit, jauh lebih sakit jika dibandingkan luka bakar di lapisan dalam kulit (biasanya kulit berubah menjadi warna putih, bentuknya juga berubah, dan tidak sakit).

Berikut adalah pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada luka bakar di lapisan permukaan kulit secara umum:
  1. Jauhkan diri dari sumber panas. Andaikan terjilat api, jangan berlari karena tindakan ini justru akan memperbesar nyala apinya, lebih baik berguling-guling. Siram dengan air atau selimuti dengan selimut basah.Bila terkena zat kimia, harus segera dicuci dengan air sebanyak-banyaknya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah kran air.Bila terkena aliran listrik, putuskan aliran listrik tersebut selekas mungkin dengan menarik steker dari kontaknya atau melepaskan sekering. Lalu lepaskan penderita dari barang yang mengandung aliran listrik dengan menggunakan banda yang tidak menghantarkan aliran listrik, misalnya sepotong dahan kering atau papan. Penolong pun harus terisolasi, misalnya dengan berdiri di atas papan kering, tumpukan koran atau pakaian kering

  2. Singkirkan pakaian dan asesoris dari bagian yang terluka bakar karena lelehannya bisa mengenai kulit. Hindari bagian tubuh yang terkena luka bakar dari bahan-bahan yang mudah menempel (plastik, kapas, logam, dll).


  3. Alirkan air kran ke bagian tubuh yang terkena luka bakar selama 10-20 menit atau kompres dengan air dingin (bukan air es atau es batu) untuk menurunkan suhu panas dan mengurangi rasa nyeri. Gunakan kasa untuk mengkompres, jangan kapas karena akan menempel pada kulit. Jangan ditempeli es batu atau mencemplungkan diri ke dalam bak mandi karena perubahan suhu extrim akan memperdalam luka bakar.

  4. Jika terdapat lepuhan, jangan dipecah. Jika lepuhan besar dan mengganggu, segera kunjungi dokter.

  5. Oleskan obat luka bakar pada luka untuk regenerasi sel kulit dan penyembuhan luka. Selalu sedia salep luka bakar di lemari es....shit sometimes happen, right?
    Jangan oleskan odol, minyak goreng, minyak tanah, minyak gosok, mentega, atau kecap karena akan memperdalam luka bakar.

  6. Jika perlu, minum obat penahan rasa sakit.

  7. Segera periksa ke dokter untuk mencegah infeksi dan untuk gejala yang lebih serius.

Friday, May 14, 2010

Kanker Serviks vs Pembalut

Kanker Mulut Rahim / Serviks

Kanker servix merupakan kanker yang terjadi pada serviks uterus (pintu masuk ke arah rahim yang terletak di antara rahim dan vagina). Kanker ini 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) dan biasa terjadi pada wanita yang sudah berumur, tapi dapat juga menyerang wanita yang berumur 20 - 30 tahun. Kanker serviks biasanya menjangkit wanita yang suka berganti pasangan, telah berhubungan seks di usia dini (sebelum 17 tahun), merokok, serta sering melahirkan. Hampir tidak ditemukan kanker jenis ini pada wanita yang tidak melakukan aktivitas seksual.

Secara umum gejala kanker serviks adalah pendarahan pada vagina setelah aktivitas seksual atau di antara masa haid. Gejala lain yang mungkin timbul adalah kehilangan nafsu makan, nyeri tulang panggul dan tulang belakang, nyeri pada anggota gerak terutama kaki, bengkak pada kaki, feces keluar dari vagina, dan patah tulang panggul.



Kanker serviks dapat dicegah dengan rutin melakukan pap smear (tes lendir yang terdapat pada leher rahim) minimal setahun sekali atau 3 bulan setelah melahirkan untuk mendeteksi ada tidaknya prakanker atau displasia maupun sel karsinoma penyebab kanker serviks. Mengkonsumsi vitamin A dan C, serta menggunakan pembalut berkualitas juga dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker.

Pembalut Wanita

Pembalut wanita termasuk dalam kategori produk cepat saji dan produk sekali pakai. Dengan alasan sekali pakai itulah, banyak wanita di Indonesia cenderung memilih pembalut yang murah dan cukup nyaman untuk dipakai tanpa menganalisa lebih lanjut mengenai kualitas produk yang dipakai maupun resiko kesehatan yang mungkin terjadi dengan menggunakan pembalut wanita biasa.


Meninjau dari kebiasaan sebagian besar wanita Indonesia itulah, banyak produsen pembalut wanita biasa berlomba-lomba menciptakan produk pembalut maupun pantyliner dengan harga murah sehingga memancing para wanita untuk membeli produk mereka. Untuk menghasilkan produk yang murah, tentu bahan baku yang dipergunakan juga harus murah. Oleh karena itu para produsen pembalut wanita biasa banyak yang menggunakan bahan baku hasil daur ulang sampah kertas bekas.

Nah...agar hasil daur ulang sampah kertas bekas bisa tampak putih bersih, produsen pembalut wanita menggunakan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia ini juga dipergunakan untuk menghilangkan aroma sampah kertas bekas dan membunuh bakteri (sterilisasi) sampah kertas bekas tersebut.

Setelah melalui proses "pemutihan" tersebut, sampah kertas bekas tersebut dikemas sedemikian rupa untuk kemudian diperdagangkan dan dikonsumsi oleh banyak wanita yang tanpa menyadari bahaya penggunaan pembalut tersebut dalam jangka panjang.

Lebih jauh lagi, pada saat haid cairan meresap ke dalam pembalut biasa dan bercampur dengan bahan kimia. Pada saat duduk, tanpa disadari cairan yang sudah terkontaminasi bahan kimia merembes keluar, masuk ke organ kewanitaan dan selanjutnya akan menimbulkan berbagai masalah organ intim kewanitaan. Maka hati-hati jika merasa becek pada saat mengenakan pembalut.

Menurut penelitian, terdapat sebanyak 107 bakteri per milimeter persegi ditemukan di atas pembalut wanita biasa, kondisi inilah yang membuat pembalut biasa menjadi sumber sarang pertumbuhan bakteri merugikan, meski pembalut biasa hanya dipakai selama 2 jam saja. Bayangkan banyaknya bakteri pada permukaan seluas pembalut, apalagi jika dipakai lebih dari 2 jam. 107 bakteri per milimeter persegi ditemukan di atas pembalut biasa.

Oleh karena itu, uji kualitas pembalut sebelum memakainya. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Diperlukan waktu yang panjang dan biaya yang tidak murah untuk mengobati infeksi pada organ intim kewanitaan.

Cara menguji kualitas pembalut:

  1. Koyak pembalut dan ambil bagian inti / dalamnya
  2. Tuang air putih ke dalam wadah (bisa gelas atau mangkok) bening
  3. Masukkan sebagian dari inti pembalut ke dalam wadah yang berisi air putih lalu aduk
  4. Perhatikan perubahan warna air dan bagian inti pembalut
  5. Jika air berubah menjadi keruh dan bagian inti pembalut hancur, maka sudah bisa dipastikan kualitas pembalut buruk dan mengandung pemutih / dioxin yang berbahaya karena merupakan pemicu timbulnya berbagai gangguan kewanitaan seperti: keputihan, iritasi, aroma yang tidak sedap, bahkan kanker mulut rahim / serviks yang menjadi pembunuh nomor 1 bagi wanita Indonesia (berdasarkan data dari WHO, Indonesia merupakan negara dengan angka penderita kanker serviks tertinggi di dunia dan 62% di antaranya disebabkan karena penggunaan pembalut / pantyliner tidak berkualitas)

STOP MENGGUNAKAN PEMBALUT BIASA!

Friday, April 23, 2010

Mata gatal? Eit...jangan dikucek!

Mengucek mata.....suatu hal yang umum dilakukan oleh setiap orang pada saat terbangun dari tidur atau mata terasa gatal / lelah karena sesuatu hal. Untuk aku pribadi, mengucek mata adalah kegiatan yang nikmat. Hampir sama dengan menggaruk bagian tubuh yang gatal.....dan aku percaya, aku bukan satu-satunya orang yang merasakan hal itu. Tetapi ternyata mengucek mata adalah berbahaya.

Ternyata mengucek mata bisa melemahkan otot mata.
“Mengucek mata, yoga dengan kepala di bawah, tidur dengan wajah menempel pada bantal atau berenang tanpa mengenakan kacamata renang merupakan berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan penekanan mata meningkat,” ujar Professor Charles McMonnies dari UNSW School of Optometry and Vision Science, dalam jurnal yang telah dipublikasikan berjudul Optometry and Vision Science, seperti dikutip dari Science, Senin (10/8/2009).

Saat menyentuh mata, kelopak mata akan mengalami peningkatan tekanan. Cahaya lampu yang terlalu silau lebih sedikit memberikan tekanan dibandingkan dengan mengucek mata dengan keras yang bisa memberikan tekanan 3 sampai 5 kali lebih besar dari tekanan normal. Pada kasus mengucek mata, terjadi efek kombinasi menutup mata dan kekuatan mengucek mata yang bisa meningkatkan tekanan lebih tinggi lagi. Mengucek dengan keras bisa meningkatkan tekanan hingga 10 kali lebih tinggi dibanding tekanan normal!

“Tekanan yang normal akan memberikan konsekuensi yang sedikit, tapi tekanan pada mata yang kuat dalam jangka waktu yang lama dan terjadi secara berulang bisa memberikan kontribusi pada kerusakan mata seperti glaukoma, lebih cepat terkena rabun jauh, conical kornea atau bisa juga menyebabkan kebutaan,” ujar Professor Charles McMonnies.

Menghindari kontak mata dengan bantal atau masker tidur juga bisa membantu mengurangi tekanan sensitif pada mata. Saat mengucek mata juga bisa melemahkan otot levator palpebra yang berfungsi mengangkat kelopak mata, sehingga jika mengucek mata akan membuat mata terlihat lebih kecil atau seperti mata mengantuk.Tekanan mata yang normal terjadi saat menutup mata, berkedip dan saat menarik nafas dalam tidak akan memberikan konsekuensi karena tekanan yang diberikan sangat kecil dan tidak dalam waktu yang lama.

Untuk itu sebaiknya hindarilah beberapa aktivitas seperti berikut:
  • Tidur dengan wajah tertunduk dan kontak dengan bantal, karena dalam bantal tersebut bisa saja terdapat kutu atau debu yang bisa membuat mata iritasi.
  • Mengucek mata, karena bisa membuat mata iritasi, kering dan membuat mata perih.
  • Menunduk bisa meningkatkan tekanan, karena itu sebaiknya jika membaca dalam posisi duduk.
Menyeka air mata adalah kegiatan yang paling baik dengan menghapus dari ujung mata dan meminimalkan kontak dengan kelopak mata. Gunakan obat tetes mata jika terasa gatal dan perih.
Hindari mengucek mata sebisa mungkin!
Jika terasa gatal, gunakan tissu dan usapkan secara lembut guna menghindari kontak yang berlebihan. Langkah paling bijaksana jika mata terasa perih, periksakan ke dokter mata.

Thursday, January 14, 2010

Aku dan Sepatu Hak Tinggi


Walaupun berprofesi sebagai seorang sekretaris, aku sangat jarang mengenakan sepatu berhak tinggi. Aku tidak pernah merasa nyaman untuk mengenakannya. Rasa capek yang menjalar dari telapak kaki sampai lutut membuatku ogah-ogahan mengenakan sepatu berhak tinggi, selain untuk ukuran wanita Indonesia aku termasuk kriteria memiliki tinggi tubuh di atas rata-rata yang berkisar 155 cm. Aku lebih senang mengenakan sepatu kets...ya sepatu kets ke tempat kerja. Memang aneh untuk wanita yang berprofesi seperti aku hehehe

Lingkungan kerjaku mayoritas adalah kaum adam dan sebagai seorang sekretaris proyek, aku dituntut untuk memiliki mobilitas yang cepat. Karena itu aku merasa nyaman mengenakan sepatu kets atau sepatu bersol datar.

Ok, kembali ke tema mengenai sepatu hak tinggi...wanita sepertinya tidak bisa lepas dari sepatu berhak tinggi / stiletto. Ada yang bilang kalau memakai sepatu hak tinggi mendongkrak kepercayaan diri, yang lain bilang kalau memakai sepatu berhak tinggi membuatnya merasa sexy. Emh, bisa jadi juga wanita menggunakan sepatu berhak tinggi untuk sebuah alasan memperoleh perhatian dari lelaki.

Terlepas dari semua alasan itu, sebenarnya ada bahaya yang mengintip para pengguna sepatu berhak tinggi. Semakin tinggi sepatu yang dikenakan, semakin besar tekanan yang harus diderita oleh otot kaki dan tulang punggung si pemakai serta menimbulkan ketidakstabilan pada kaki. Semakin lama dan sering seorang wanita mengenakan sepatu berhak tinggi, maka resiko radang ibu jari, kelainan pada tulang telapak kaki, dan jari melengkung menjadi semakin besar. Hal ini disebabkan setiap menggunakan sepatu berhak tinggi, pinggul akan condong ke depan dan tulang punggung melengkung ke arah belakang dalam upaya menyeimbangkan diri. Hal ini kemudian akan berakibat tulang punggung bawah menjadi terpampat.


Coba tengok daftar di bawah ini, jika Anda sudah mengalami satu atau lebih gejala berikut, segera ganti sepatu dengan sepatu bersol datar.
  1. Hallux valgus dan Bunion Hallux valgus adalah kelainan letak ibu jari kaki, dimana persendian pada dasar tonjolan jari kaki keluar dari sebelah bagian luar kaki dan ibu jari kaki tersebut menunjuk ke dalam (menghadap jari kaki yang lebih kecil). Bunion adalah pembengkakan yang sakit sekali pada kantung berisi cairan (bursa) pada dasar jari kaki yang terjadi karena hallux vagus. Hallux valgus benar-benar membuat pelebaran pada kaki karena dasar tonjolan ibu jari kaki keluar dari kaki. Penyimpangan pada ibu jari kaki juga terjadi, sehingga ibu jari kaki itu menunjuk keluar jari kaki yang lebih kecil. Akibatnya benjolan pada tepi jari kaki, dimana kepala metatarsal bertemu dasar ibu jari kaki. Di bawah benjolan ini adalah bursa (kantung berisi cairan). Bursa tersebut menjadi teriritasi dengan pergesekkan dengan sepatu, mengakibatkan pembengkakan pada bursa di bawah benjolan, dengan demikian meningkatkan ukuran benjolan-hal ini disebut bunion. Iritasi berlanjut pada bunion dengan pergesekkan dengan sepatu menyebabkan meningkatnya pertumbuhan tulang dan pembengkakan lebih lanjut pada bursa, pembesaran bunion dan pelebaran lebih lanjut pada kaki.
  2. Nyeri Pada Lutut Sebuah hasil studi menyatakan bahwa penggunaan sepatu berhak tinggi menambah tekanan sebesar 26% pada sendi lutut.
  3. Postur Tubuh Melengkung Sepatu hak tinggi mendorong massa tubuh condong ke depan (berat tubuh ditimpakan pada jari-jari kaki), sehingga membuat pinggul dan tulang punggung tidak sejajar. Kalau dilihat dari samping, akan sangat kelihatan kalau tubuh melengkung.
  4. Betis dan Tumit Tegang Semakin tinggi sepatu, otot betis akan berkontraksi untuk menyesuaikan. Otot betis menjadi pendek dan tekan. Hal yang serupa juga terjadi pada urat tumit. Rupanya ini yang membuatku lelah setiap kali mengenakan sepatu hak tinggi.
  5. Tekanan Semakin tinggi hak sepatu, tekanan akan semakin besar. Pada saat memakai sepatu setinggi 2,5 cm tekanan adalah sebesar 22%, sedangkan pada saat memakai sepatu 7 cm tekanan yang diderita adalah sebesar 76%.
  6. Tumor Jinak Tinggi sol sepatu dan bagian depan sepatu yang menyempit akan menimbulkan penebalan jaringan saraf antara jari ke-3 dan ke-4.
Untuk mencegah hal-hal di atas, kenakan sepatu bersol datar atau jika memang harus mengenakan sepatu berhak tinggi, usahakan jangan terlalu lama mengenakannya. Sayangi kaki dan punggungmu!
Tapi jika sudah terlanjur mengalaminya, segera temui dokter spesialis orthopedy untuk pengobatan lebih lanjut.
Menjadi cantik kan tidak berarti harus "menderita".