Showing posts with label Resolution. Show all posts
Showing posts with label Resolution. Show all posts

Tuesday, February 14, 2012

Jomblo Bukan Akhir

Berbeda dengan lingkungan kerjaku sebelumnya, sekarang aku berkecimpung di bidang yang banyak dihuni oleh kaum hawa. Memang tidak dapat dipungkiri wanita lebih teliti dan menaruh perhatian pada detail sehingga sangat pantas ditempatkan di bidang yang berhubungan dengan angka-angka.

Nah ceritanya, ada salah seorang rekan yang tiba-tiba menangis sewaktu diberi ucapan selamat ulang tahun. Bukan menangis terharu, melainkan menangis sedih karena masih belum memiliki kekasih.

Memang manusia adalah mahluk sosial dan sangat membutuhkan untuk berbagi rasa dengan orang lain. Namun dalam hal mendapatkan pasangan dan menikah, janganlah hal itu dijadikan suatu beban. Jangan karena sahabat menikah di usia muda, kemudian kita harus melakukan hal yang sama.

Mengapa jomblo seakan menjadi momok?
Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan bersama keluarga, kerabat, dan sahabat. Nikmati moment itu karena adakalanya pada saat telah berpasangan, kita jadi merindukan moment itu. Kembangkan potensi diri, perluas wawasan dan pergaulan. Positive thinking, dunia tidak berhenti berputar hanya karena Anda tidak memiliki pasangan. Lakukan hal-hal yang telah lama diidamkan, semisal: traveling, menjalani hobby, membuka bisnis baru, berinvestasi, belajar hal baru seperti membatik, melakukan aksi sosial dll. Who knows bisa bertemu jodoh di tempat-tempat tak terduga dan pada saat yang tidak terduga pula.

Wednesday, January 18, 2012

Resolusi 2012: Mengurangi Asupan Gula

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menginjak tahun yang baru aku selalu menetapkan target pada diri sendiri untuk perbaikan diri maupun menata masa depan sekaligus menikmati hidup.

Jika di tahun sebelumnya Tuhan mengijinkanku untuk membeli rumah dan kendaraan baru, juga traveling maka tahun ini aku menetapkan target:
1. Menata keuangan untuk jaminan masa tuaku
2. Perbaikan mutu kesehatan dengan mengurangi asupan gula

Aku tidak akan membahas point pertama, kali ini aku akan menitikberatkan pada point kedua. Aku sangat menyukai segala sesuatu yang manis; entah itu es krim, kue, biskuit, permen, coklat, puding dll. Saking kecanduannya dengan rasa manis, aku tidak pernah lupa membawa permen atau coklat bahkan kue brownies setiap aku bepergian. Rela membawa beban berat, asalkan aku bisa menjamin diriku sendiri untuk me"mamakbiak" yang manis-manis. Intinya aku sangat kecanduan dengan gula. Aku tidak peduli dengan ancaman diabetes dan penyakit-penyakit turunannya.Tapi itu dulu, sekarang aku memutuskan untuk mengurangi asupan gula ke dalam tubuhku. Aku mengambil resolusi ini karena tidak ingin terkena penyakit Diabetes dengan segala komplikasinya.


Adapun langkah yang kutempuh untuk mengurangi asupan gula dalam tubuhku adalah:



  1. Mengurangi mengkonsumsi minuman ringan. Jika biasanya aku minum minuman ringan tiap hari, aku menggantinya dengan minum air putih (ini yang paling berat karena aku kecanduan salah satu merk minuman ringan)

  2. Mengganti permen dan biskuit manis dengan buah

  3. Tidak melewati lorong di supermarket yang menyajikan biskuit, permen, dan coklat

  4. Mengurangi makan karbohidrat

Kelihatannya sepele, namun sebenarnya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Aku harus lakukan untuk kebaikan diriku sendiri. Wish me luck!

Wednesday, April 20, 2011

Another Life Target Achieved ^_^

Although it's expensive, a shelter is one of main human needs...in this case, my needs. My brother is going to marry his girlfriend and it's an unwritten rule in my family that a house goes to the son, not daughter. In the other hand, I think it's the right time for me to be independent.

Buying a house isn't as simple as I thought, there are things need to seriously considered c.q. budget, social facilities, building quality, distance from the office etc. I've been searching for a house in several years, I attended property exhibitions and searched in the newspaper ads as well as strolling but found none.

Then I found this small house (36/105). I like its nice, calm, and secure environment; free from flood; relatively close to markets, schools, etc...and the most important thing is affordable.




One big move for me because buying a house means big cost, since I need to provide myself a transportation as well. I have to sacrifice my hobby to travel. Well, not that bad because I still can travel inside Java island at least for a whole year or max for the next 2 years.

I remembered once on my 30th birthday I wrote in here that I would explore Tana Toraja in the next 2 years and buy a house in the next 5 years. Last year (early December 2010) I've explored Tana Toraja/Rante Pao, a year earlier and in March 2011 I decided to buy a house.

Thank you, Lord.....for You made my dreams/target came true earlier than I thought I would.

Monday, August 2, 2010

Bos Baru - Semangat Baru

Ada kata-kata bijak yang mengatakan bahwa rutinitas membunuh kreativitas dan semangat. Hal itu benar adanya karena aku telah mengalaminya sendiri. Satu dekade lebih aku bekerja sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Atasan yang memimpinku sejak pertama kali diterima di perusahaan hingga saat ini adalah orang yang sama walaupun jabatan yang beliau pegang saat ini telah mengalami peningkatan.

Karena telah lama dan terbiasa bekerja sama dengan beliau, aku sudah bisa membaca keinginan dan cara kerja yang beliau inginkan. Aku jadi terikat dengan rutinitas pekerjaan selama bertahun-tahun. Aku mulai merasa jenuh dengan pekerjaanku, merasa sudah tidak menemukan tantangan lain. Sedangkan aku secara pribadi sangat suka menerima tantangan baru. Aku merindukan cinta mula-mulaku terhadap pekerjaan. Perlahan-lahan kerajinanku mengendur, semangatku memudar, dan kreativitasku layu. Aku seperti bunga matahari yang ditempatkan di sudut ruangan gelap.....merindukan datangnya sinar matahari yang menerpa kelopak-kelopak bungaku hingga dapat berdiri tegak lagi.

Akhirnya setelah penantian bertahun-tahun, tantangan itu datang. Memompa adrenalinku dengan cepat. Terhitung sejak bulan lalu, seorang manager diposisikan sebagai atasanku yang baru. Berdasarkan informasi yang aku peroleh, beliau adalah orang yang sangat ambisius dan gila kerja.

Benar saja, sejak bekerja sama dengan beliau, relatif tidak ada hari tanpa kegiatan. Waktu berlalu dengan begitu cepat karena padatnya aktivitas kerja yang aku miliki. Aku jadi tertular semangat kerjanya dan aku sangat menyukai hal ini ^_^

Walau memang harus kuakui ada beberapa sisi buruk yang tidak aku sukai darinya, tapi di sisi lain, dia menghapus kejenuhanku dan membangkitkan semangat kerjaku lagi. Aku harap semangat kerja ini akan selalu terpelihara sehingga kinerjaku juga semakin terasah.

Wednesday, April 7, 2010

Puasa Pra-Paskah


Pada masa Paskah tahun ini aku mencoba sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, yaitu berpuasa selama 40 hari (17 Februari - 2 April 2010) sambil menaikkan doa permohonan khusus.

Sebenarnya bagi umat Katolik (aku mengadopsi sistem puasa umat Katolik) kewajiban berpuasa selama masa pra-Paskah hanyalah pada hari Rabu Abu dan setiap Jumat (ini berdasarkan hasil tanya-tanya pada salah seorang Romo kenalanku). Pada hari-hari itu, tidak diperbolehkan mengkonsumsi daging (atau tidak mengkonsumsi sesuatu yang disukai, semisal untuk perokok menjadi tidak merokok semasa puasa) dan porsi makan dikurangi.

Pada mulanya aku menganggap hal ini akan mudah aku lalui, tapi setelah menjalani masa puasa pra-Paskah baru terasa ternyata menjalani puasa sangat berat. Menahan lapar bukan masalah bagiku, yang menjadi hal terberat bagiku adalah mengontrol emosiku yang sering meledak-ledak dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan burukku.

Karena tidak ada peraturan baku mengenai berpuasa seperti halnya bagi umat Muslim, aku memutuskan untuk makan sekali saja dalam sehari dan itu aku lakukan sebagian besar pada malam hari, hanya beberapa kali aku menggeser jam "berbuka puasaku" ke jam makan siang. Suer, berat sekali rasanya! Apalagi justru pada saat aku menjalankan puasa, banyak kue bertebaran di kantor (entah itu diadakan dalam rangka training, selamatan, atau ulang tahun). Aku bersyukur bisa tahan godaan terhadap macam-macam snack yang menggoda hati....tapi untuk menghindari Teh Botol Sosro...hohohoho mati-matian berjuangnya!

Hal berat lainnya adalah donor darah semasa puasa. Pada saat harus donor darah inilah aku menggeser jam berbuka puasaku ke jam makan siang supaya tekanan darahku tidak rendah dan aku tetap bisa mendonorkan darahku. Puji Tuhan, trik ini berhasil dan aku bisa mendonorkan 250 ml darahku.

Tidak banyak yang tahu aku menjalankan puasa pada masa pra-Paskah, aku sengaja ingin seperti itu karena aku tidak ingin niatanku untuk berpuasa "diperingan" dengan orang-orang di sekitarku sembunyi-sembunyi nyemil.

Sekarang bisa menjalankan program pengumpulan lemak lagi hehehe....maklum hilang 8 kilo. Tahun depan aku ingin menjalani puasa pra-Paskah lagi karena jujur puasa kali ini ada bolongnya ^_^
Semoga di tahun mendatang, aku bisa penuh menjalankan puasa pra-Paskah.

Thursday, January 14, 2010

Got Overloaded

Pfftt...what a busy month and it's still going on !

This new year started with so many new assignments. I don't even remember I ever spoil myself this January.
So little time, so much to do....regular things, annual meeting, company's anniversary preparations...all with short deadline! I'm really overloaded this time. Luckily I'm used to it since I joined students representative when I was in high school and college. Say, I've practiced before so I know exactly what to do.

I want to share my tips, perhaps one of my blog readers is dealing with the same situation like I do now.
  1. Do first thing first - Do the most important thing first. Don't mess up with things which less important or not important at all. You must know exactly what to do first. Make a list / time schedule and follow it.
  2. Work sharing - work in team, ask one to help you to accomplish work. Noone in this planet can do the whole things by himself. Ask for favor. But be noted, get assisted by one you know would be helpful and know the way you usually work, at least have same working method like you. Someone that you can trust.
  3. Behave - get overloaded sometimes make someone get stressed and very easy to get mad. Safe your energy, be calm. Take a deep breath for several times, close your eyes, relaxing your mind. Being angry won't solve anything but adding more problems to your list, so it would be very wise to behave.
  4. Do the most difficult time on your prime time - When paperworks are reduced, you can start your working day with light works...just say it's for heating up. Then followed by duties that requires more concentration and end up with another light works.
  5. Take enough rest - Lack of rest/sleep make you lost your concentration. So no matter how busy you are, it's important to take some rest. Your body and your mind need to fresh up.
  6. Don't skip your meal - Not quite different with # 5, don't ever skip your meal for your body need energy. You won't be productive if you're starve. If necessary, take some vitamins too.

Ok, I hope those tips would be helpful. Have a nice day everyone!

Wednesday, January 6, 2010

My Life Target

Sebagai seorang wanita, aku merasa utuh semenjak mencapai usia 30 tahun. Emh, kalau boleh dibilang ini adalah golden moment bagiku. You see...pada saat memasuki usia kepala tiga, aku merasa target-target yang aku terapkan untuk diriku sendiri sebagian besar sudah terpenuhi.

Aku suka mematok target dalam hidupku, maksudnya untuk memotivasi diriku sendiri untuk menjadi orang yang lebih baik...mendatangkan kepuasan tersendiri bagiku pada saat target-target tersebut sudah aku capai atau aku lampaui.

Sewaktu masih di bangku SMA, aku mematok untuk lulus kuliah dalam jangka waktu maximal 3 tahun...aku getol belajar dan waktu libur semester aku isi dengan mengambil semester pendek dan bekerja sambilan sebagai ilustrator di sebuah yayasan pendidikan swasta...akhirnya aku bisa lulus sebelum 3 tahun di bangku kuliah. Yes!

Menjelang akhir kuliah, aku mematok diri untuk bekerja di perusahaan nasional, menikah, punya 2 anak, dan jalan-jalan ke LN (dengan uang sendiri) sebelum mencapai usia 30...target yang agak tidak rasional untuk sebagian orang, tapi aku berhasil mencapai targetku. Sebelum lulus kuliah aku sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan nasional. Aku menikah pada tahun 2004 dan memiliki anak pertama pada akhir tahun yang sama, disusul anak kedua pada pertengahan tahun 2009. Di rentang waktu tersebut aku juga berkesempatan berwisata ke dua negara di Asia bersama sobat-sabatku. Tuhan mengijinkan aku mencapai target-target dalam hidupku dan aku sangat bersyukur untuk itu. Terima kasih, Tuhan...aku tahu Engkau turut bekerja dalam setiap perkara di dalam hidupku.

Sekarang, aku menetapkan target baru jangka pendek: berpetualang ke Papua dan Toraja ala backpacker! Sedangkan target jangka panjang (untuk maksimal 3 tahun mendatang) adalah mempunyai rumah atas namaku sendiri...

Semoga Tuhan berkenan dan mengijinkan itu terjadi padaku. Amien :)