Thursday, March 31, 2011

With Compliment: Pria Dalam Tubuh Wanita

Sama sekali tidak membahas wadam/bencong/banci atau operasi transgender!

Sebagai seorang yang terlahir berjenis kelamin perempuan, aku tidak terlalu enjoy dengan kegiatan-kegiatan yang para wanita pada umumnya, bahkan ada yang menjadikannya sebuah hobby.


Aku jelas tidak menyukai shopping. Aku tidak betah berlama-lama berjalan di sebuah mall tanpa tujuan yang jelas....akhirnya menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan alias mata keranjang. Jika aku ingin membeli sesuatu, maka aku harus sudah tahu di mana aku akan mencarinya. Aku tidak ingin menghabiskan waktu dan energiku hanya untuk sesuatu yang tidak jelas.


Aku tidak suka berdandan. Ya ampun, memakai maskara itu ternyata lebih sulit daripada rafting! Mengendarai motor dengan high heel lebih mengerikan daripada paralayang! Kenapa sih harus ribet? Aku tidak habis pikir bagaimana seorang wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi bisa mengendarai sepeda motor...bukan motor matic tentunya. Aku juga tidak mengerti kenapa seorang wanita bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin. Menurutku, setiap perempuan itu cantik....tinggal bagaimana mereka mengolah/menonjolkan potensi yang ada pada dirinya (tentu dengan tidak harus mengorbankan waktu berjam-jam di depan cermin, tampil alami selalu jauh lebih menarik menurutku) dengan ditunjang kepribadian yang menarik dan otak.


Aku juga tidak suka menonton sinetron dan acara gosip selebriti, aku bahkan tidak tahu nama artis/aktor/penyanyi jaman sekarang....benar-benar payah! Pernah suatu ketika aku berkumpul bersama sesama teman wanita dan mereka sedang membahas Nikita Willy. Aku benar-benar tidak tahu siapa itu Nikita Willy dan bagaimana rupanya, sampai akhirnya mereka menunjukkan fotonya di tabloid. Aku jauh lebih menikmati menonton siaran berita dan pertandingan sepak bola daripada nonton sinetron dan gosip selebriti yang tidak mendidik.


Aku tidak bisa berbicara basa-basi. Selalu straight to the point. Kadang orang menilai caraku berbicara cenderung vulgar, itu bukan maksudku....karena aku menyampaikan apa yang ada di kepalaku.


Aku menyukai kegiatan menantang dan traveling - menjelajah dan mempelajari dunia yang sama sekali baru. Aku suka tantangan. Tantangan membuatku merasa hidup......memompa adrenalin, memacu jantung.


Kadang aku berpikir: apa ada yang salah denganku?

Seorang kolegaku pernah berceletuk: "Kamu itu pria yang terperangkap dalam tubuh wanita."

"Heh, masa iya sih? Apa seburuk itu?"

"Oh ga sama sekali, justru ini sebuah pujian..." katanya tulus.


Haruskah aku merasa tersanjung atau tersinggung dengan pernyataan itu?

Tuesday, March 22, 2011

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Kecil

Minggu lalu aku mendapat kiriman oleh-oleh 1 dos Pempek Palembang. Kebetulan saat itu sedang tidak ada masakan di rumah, jadi aku memutuskan untuk segera menggoreng Pempek dan menyajikannya untuk keluargaku. Saat itulah kecelakaan kecil itu terjadi. Tangan kiriku terkena percikan minyak panas. Ssshhhhhhh aduh, perihnya setengah mati!!! Kulit tanganku langsung memerah dan melepuh. Segera saja aku mematikan kompor dan berjalan keluar dapur.

Biasanya orang-orang bahula langsung menyarankan untuk mengoleskan minyak tawon atau odol ke permukaan kulit yang terkena percikan minyak panas atau knalpot...tapi aku ingat aku pernah membaca suatu artikel kesehatan bahwa hal itu sebaiknya tidak dilakukan karena akan membuat kondisi luka menjadi semakin parah.

Lukaku tadi termasuk luka bakar di lapisan permukaan kulit, jauh lebih sakit jika dibandingkan luka bakar di lapisan dalam kulit (biasanya kulit berubah menjadi warna putih, bentuknya juga berubah, dan tidak sakit).

Berikut adalah pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada luka bakar di lapisan permukaan kulit secara umum:
  1. Jauhkan diri dari sumber panas. Andaikan terjilat api, jangan berlari karena tindakan ini justru akan memperbesar nyala apinya, lebih baik berguling-guling. Siram dengan air atau selimuti dengan selimut basah.Bila terkena zat kimia, harus segera dicuci dengan air sebanyak-banyaknya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah kran air.Bila terkena aliran listrik, putuskan aliran listrik tersebut selekas mungkin dengan menarik steker dari kontaknya atau melepaskan sekering. Lalu lepaskan penderita dari barang yang mengandung aliran listrik dengan menggunakan banda yang tidak menghantarkan aliran listrik, misalnya sepotong dahan kering atau papan. Penolong pun harus terisolasi, misalnya dengan berdiri di atas papan kering, tumpukan koran atau pakaian kering

  2. Singkirkan pakaian dan asesoris dari bagian yang terluka bakar karena lelehannya bisa mengenai kulit. Hindari bagian tubuh yang terkena luka bakar dari bahan-bahan yang mudah menempel (plastik, kapas, logam, dll).


  3. Alirkan air kran ke bagian tubuh yang terkena luka bakar selama 10-20 menit atau kompres dengan air dingin (bukan air es atau es batu) untuk menurunkan suhu panas dan mengurangi rasa nyeri. Gunakan kasa untuk mengkompres, jangan kapas karena akan menempel pada kulit. Jangan ditempeli es batu atau mencemplungkan diri ke dalam bak mandi karena perubahan suhu extrim akan memperdalam luka bakar.

  4. Jika terdapat lepuhan, jangan dipecah. Jika lepuhan besar dan mengganggu, segera kunjungi dokter.

  5. Oleskan obat luka bakar pada luka untuk regenerasi sel kulit dan penyembuhan luka. Selalu sedia salep luka bakar di lemari es....shit sometimes happen, right?
    Jangan oleskan odol, minyak goreng, minyak tanah, minyak gosok, mentega, atau kecap karena akan memperdalam luka bakar.

  6. Jika perlu, minum obat penahan rasa sakit.

  7. Segera periksa ke dokter untuk mencegah infeksi dan untuk gejala yang lebih serius.

Friday, March 18, 2011

Puasa Pra-Paskah (2)

Ini adalah tahun kedua aku menjalani puasa Pra-Paskah. Puasa Pra-Paskah tahun ini dimulai sejak 9 Maret sampai dengan 23 April 2011. Sekali lagi aku memilih puasa (1x makan kenyang dalam sehari selama 40 hari).

Tujuan puasa Pra-Paskah adalah menjalani masa tobat dengan berbagai keutamaan hidup beriman dan tidak mudah mengikuti atau terpengaruh suasana di luar suasana gerejawi. Puasa juga bisa sebagai wujud ucapan syukur. Tapi kali ini, aku membawa doa pribadi dalam masa puasa.

Memang tidak ada peraturan baku mengenai puasa Pra-Paskah bagi umat Kristiani atau Katolik. Ada yang bilang mengurangi porsi makan, ada yang bilang boleh minum namun makan hanya sekali sehari, dsb. Bagi umat Katolik, puasa yang diwajibkan adalah puasa Rabu Abu dan Jumat Suci, sedangkan hari-hari lainnya menjalankan pantang (jenis pantang yang dipilih adalah hal yang paling disukai, misalnya: rokok, daging, dsb). Puasa diwajibkan bagi umat yang telah berusia 18 tahun ke atas, sedangkan pantang diwajibkan bagi umat yang berusia 14 tahun ke atas.

Aku pribadi lebih memilih 1x makan kenyang dalam sehari dan tidak makan ataupun minum sebelum waktu buka puasa (biasanya pukul 18.00). Hal yang berat untuk dilakukan karena sekarang aku lebih mobile dan banyak aktivitas yang harus aku lakukan, baik di rumah maupun di tempat bekerja. Tekanan dari luar dan dalam begitu luar biasa; baik itu godaan lahiriah, maupun godaan yang bersifat batiniah. Untunglah, hingga hari ke-10 ini aku masih dikaruniai kekuatan dan kesehatan. Aku percaya Tuhan yang memampukan aku untuk menjalani masa puasa Pra-Paskah hingga 22 April 2011 mendatang.

Hanya beberapa orang yang tahu aku sedang berpuasa (keluarga dan teman dekat). Aku lebih suka seperti itu, aku tidak ingin berpuasa namun dijauhkan atau dihindarkan dari godaan. Jika begitu adanya, untuk apa berpuasa? Bagaimana kita bisa tahu kita sudah tahan uji jika tiada kemenangan melawan pencobaan? Adalah jauh lebih baik bertahan melawan godaan daripada menghindari godaan....sekali lagi itu menurutku pribadi. Lebih baik Tuhan saja yang menilai niat hatiku dalam menjalankan masa puasa Pra-Paskah.

Saturday, March 5, 2011

Foot Note: Jatim Park 2 (Piknik Yang Melelahkan)

Sebenarnya sudah sangat lama aku berkeinginan untuk mengajak kedua buah hatiku bertamasya, entah itu ke Taman Safari, Jatim Park, Sengkaling, Songgoriti, atau Selecta. Tapi karena keterbatasan waktu niatan itu terpaksa terus menerus tertunda.

Akhirnya bertepatan dengan Hari Raya Nyepi (Sabtu, 5 Maret 2011) yang lalu aku bisa mengajak keluargaku (6 orang) bertamasya ke Jatim Park 2. Aku memilih Jatim Park 2 atas pertimbangan lokasi Jatim Park 2 tidak terlalu jauh dari Surabaya (1,5 - 2 jam perjalanan) dan sarana rekreasi yang memadai untuk segala usia.

Kami bertolak dari Surabaya pukul 7 pagi untuk menghindari macet selama perjalanan, sayangnya aku lupa bahwa hari itu adalah long weekend! Macet langsung menghadang selepas kami turun dari jalur tol Porong. Bukan main padatnya, satu jalur yang biasanya terisi 2-3 kendaraan, kali ini bisa terisi sampai 5 kendaraan. Benar-benar saling berhimpitan satu sama lain. Kondisi ini semakin diperparah dengan jebolnya tanggul Lapindo sehari sebelumnya sehingga sisi kiri jalan dipergunakan oleh petugas plus alat-alat berat untuk menambal tanggul yang jebol itu. Kami terjebak selama lebih dari 2 jam di jalur itu.

Selepas dari Porong, kondisi jalan lumayan lancar walau di beberapa titik tingkat kepadatan sangat tinggi. Untunglah kondisi mobil nyaman sehingga anak-anakku tidak rewel selama di perjalanan.

Begitu memasuki jalan yang menuju Jatim Park 2, kami dihadapkan kembali dengan kemacetan. Benar-benar padat merayap! Pfft...

Akhirnya kami tiba di Jatim Park 2 pada pukul 1 siang. Untunglah kami sudah sempat mampir di salah satu depot dalam perjalanan menuju Jatim Park 2 sehingga kami tidak perlu mencari resto yang dipenuhi para pengunjung Jatim Park 2.





Aku terpukau dengan uniknya exterior Jatim Park 2 yang unik. Pandanganku langsung tertuju pada hotel yang fasadnya dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai batang pohon. Benar-benar unik! Loket tiket terletak persis di sebelah kiri pintu masuk hotel itu.



Setelah membeli tiket seharga Rp 50.000/orang (untuk harga paket weekend) dan memasang gelang kertas berperekat di pergelangan tangan kami masing-masing, kami melangkah masuk Batu Secret Zoo. Sebuah konsep yang unik untuk sebuah kebun binatang. Pengunjung dibuat betah dan nyaman menjelajahi setiap petak Batu Secret Zoo. Koleksi binatang yang cukup lengkap, lingkungan yang relatif bersih dan rindang, serta kesempatan untuk berinteraksi dengan beberapa hewan (ular, iguana, harimau putih, gajah, kuda dll) membuat pengalaman tamasya ini sungguh menyenangkan. Selain itu wawasan akan dunia fauna semakin terbuka.



Jatim Park 2 terletak di kota Batu dengan luas area 15 Ha. Memang sangat melelahkan berjalan seharian mengitari area yang terbagi menjadi 3 bagian ini (Batu Secret Zoo, Pohon Inn, dan Museum Satwa), tapi keberadaan stand-stand makanan dan minuman ringan di berbagai titik yang tersebar cukup memadai untuk mengistirahatkan kaki sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Bagi yang ingin menghemat tenaga mengelilingi Jatim Park 2, terdapat penyewaan mobil mini (seperti mobil golf).


Setelah puas melihat berbagai jenis fauna, jalan setapak membawa kami ke tempat bermain anak sekaligus kolam berenang lengkap dengan beberapa air mancur yang menambah semarak dan menarik minat anak-anak untuk betah berlama-lama di Jatim Park 2. Tenaga kami benar-benar terkuras seharian piknik di tempat ini ditambah perjalanan panjang menuju lokasi Jatim Park 2 sehingga kami tertidur di sepanjang perjalanan pulang menuju Surabaya.